Gempa Sudah Berhenti, Mengapa Tubuh Masih Terasa Bergoyang? Ini Penjelasannya
- 23 Agt 2026 13:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Sebagian orang dapat merasakan tubuh masih bergoyang atau seperti berada di atas permukaan yang bergerak meskipun gempa telah berhenti. Sensasi tersebut dapat muncul setelah seseorang mengalami guncangan kuat maupun berulang.
Kondisi ini berkaitan dengan sistem keseimbangan tubuh yang melibatkan telinga bagian dalam, mata, saraf, dan otak. Setelah menerima rangsangan gerakan yang kuat saat gempa, sistem keseimbangan tubuh membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan kondisi yang sudah stabil.
Sensasi bergoyang juga dapat diperkuat oleh rasa takut, kecemasan, stres, kelelahan, dan kurang tidur yang dialami setelah bencana. Karena itu, seseorang dapat merasa seolah-olah masih terjadi guncangan meskipun tidak ada gempa yang sedang berlangsung.
Dalam sejumlah literatur, sensasi ini dikenal sebagai Post-Earthquake Dizziness Syndrome atau PEDS. Keluhannya dapat berupa tubuh terasa bergoyang, melayang, tidak seimbang, atau seperti masih berada di dalam kendaraan yang bergerak.
Pada sebagian orang, sensasi tersebut dapat berangsur menghilang setelah tubuh dan sistem keseimbangan kembali beradaptasi.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Jika sensasi bergoyang muncul, masyarakat dapat mencoba beberapa langkah sederhana:
- Duduk atau berbaring di tempat yang aman dan tenang.
- Fokuskan pandangan pada benda yang tidak bergerak.
- Atur napas secara perlahan untuk membantu mengurangi kecemasan.
- Cukupi kebutuhan air dan istirahat.
- Hindari aktivitas yang berisiko ketika sedang merasa tidak seimbang.
Yang tidak kalah penting, tetap bedakan sensasi tubuh dengan gempa yang benar-benar terjadi. Jika merasa ada guncangan, periksa informasi resmi dari BMKG atau sumber kebencanaan terpercaya dan jangan langsung menyimpulkan bahwa sedang terjadi gempa baru.
Jika keluhan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai gejala seperti muntah hebat, sulit berjalan, pingsan, kelemahan anggota tubuh, gangguan bicara, atau keluhan serius lainnya, segera mencari pertolongan medis.
Jadi, ketika gempa sudah berhenti tetapi tubuh masih terasa bergoyang, tidak selalu berarti gempa masih berlangsung. Tubuh dan pikiran bisa membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi setelah mengalami guncangan dan tekanan bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....