Bulan Penimbangan Balita Jadi Deteksi Dini Pertumbuhan

  • 11 Agt 2026 15:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Menimbang balita bukan sekadar mencatat angka berat dan ukuran tubuh, tetapi menjadi langkah awal untuk membaca kondisi pertumbuhan anak. Hal itu disampaikan Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, saat memantau Bulan Penimbangan Balita (BPB) di Posyandu Teratai A, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Senin 10 Agustus 2026.

Fista mengatakan hasil pengukuran harus dibaca dan ditindaklanjuti untuk mengetahui lebih awal apabila terdapat persoalan pertumbuhan pada anak. Menurutnya, pemantauan berkala memungkinkan kondisi yang membutuhkan perhatian dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan lebih serius.

“Melalui Bulan Timbang ini kita dapat mengetahui bagaimana pertumbuhan anak-anak kita, sehingga kalau ada yang mengalami masalah pertumbuhan dapat diketahui lebih awal,” ujar Fista. Ia menegaskan, penimbangan perlu diikuti pencatatan, pembacaan hasil pengukuran, serta pendampingan bagi anak yang membutuhkan perhatian.

Bulan Penimbangan Balita dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada Februari dan Agustus, dengan sasaran anak usia 0–59 bulan. Pelayanan mencakup pengukuran berat badan, tinggi atau panjang badan, lingkar kepala, lingkar lengan, serta pemberian Vitamin A sesuai ketentuan.

Dalam kunjungan tersebut, Fista didampingi Camat Alok Timur, Kepala Puskesmas Beru, Lurah Waioti, serta Ketua TP PKK Kelurahan Waioti. Ia mendorong kader Posyandu tidak hanya melakukan penimbangan dan pencatatan, tetapi juga memperkuat edukasi serta menghubungkan keluarga dengan tenaga kesehatan jika ditemukan kondisi yang perlu diperiksa.

Fista juga meminta orang tua rutin membawa anak ke Posyandu dan tidak menunggu hingga anak sakit untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Menurutnya, pemantauan pertumbuhan secara rutin menjadi bagian penting dalam mencegah sekaligus mendeteksi berbagai masalah kesehatan sejak dini.

Ia menjelaskan, hasil pengukuran di Posyandu perlu ditindaklanjuti di lingkungan keluarga, terutama ketika ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian tenaga kesehatan. Orang tua diharapkan mengikuti rekomendasi yang diberikan dan memastikan anak memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya.

Selain untuk memantau kondisi masing-masing anak, data hasil penimbangan dapat membantu pemerintah dan tenaga kesehatan memetakan persoalan pertumbuhan di setiap wilayah. Data tersebut juga dapat menjadi dasar untuk menentukan kelompok anak yang membutuhkan pemeriksaan, pendampingan, maupun intervensi lebih lanjut.

Fista menilai keberhasilan Bulan Penimbangan Balita tidak hanya diukur dari banyaknya anak yang datang dan tercatat, tetapi dari sejauh mana hasil pengukuran menghasilkan tindakan nyata. “Anak sehat adalah investasi masa depan, karena itu mari bersama-sama memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh dan berkembang dengan baik,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....