Budaya Ramah Ibu Menyusui Perlu Diperkuat di Ende

  • 05 Agt 2026 08:17 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Ende mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat dukungan terhadap ibu menyusui dalam meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
  • Keberhasilan pemberian ASI tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi memerlukan dukungan komprehensif dari keluarga, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dunia kerja, dan pemerintah daerah.
  • Edukasi berkelanjutan kepada suami, orang tua, dan mertua perlu diperkuat agar menjadi pendukung utama ibu sejak masa kehamilan hingga periode menyusui.

RRI.CO.ID, Ende - Pemerintah Kabupaten Ende mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat dukungan terhadap ibu menyusui sebagai upaya meningkatkan keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Ajakan tersebut disampaikan dalam Dialog Beranda Asta Cita Spesial Hari ASI Sedunia yang disiarkan RRI Ende, Sabtu, 1 Agustus 2026, menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Fransiska Nusanumba Ero, S.Si.T., M.P.H., dan Dokter Spesialis Anak, dr. Ardanta Dat Topik Tarigan, M.Biomed., Sp.A.

Fransiska mengatakan keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi membutuhkan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dunia kerja, hingga pemerintah daerah. Menurutnya, edukasi berkelanjutan kepada suami, orang tua, dan mertua perlu diperkuat agar menjadi pendukung utama ibu sejak masa kehamilan hingga menyusui.

Selain edukasi, Dinas Kesehatan mendorong tersedianya ruang laktasi yang layak di kantor pemerintah, perusahaan swasta, pasar, terminal, puskesmas, dan fasilitas publik lainnya. Pemerintah daerah juga menilai perlunya regulasi yang mendukung inisiasi menyusu dini, ASI eksklusif, serta pengawasan terhadap promosi susu formula di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, dr. Ardanta Dat Topik Tarigan menekankan pentingnya membangun budaya yang ramah terhadap ibu menyusui dengan menghilangkan stigma menyusui di ruang publik. Ia juga mengajak tenaga kesehatan untuk terus memberikan edukasi mengenai manfaat ASI, teknik menyusui yang benar, serta mendukung penerapan sepuluh langkah menuju keberhasilan menyusui di seluruh fasilitas kesehatan.

Dalam dialog tersebut, kedua narasumber sepakat bahwa keterlibatan ayah, keluarga besar, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia kerja, dan komunitas menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung ibu menyusui. Dukungan tersebut diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri ibu, mengurangi stres selama masa menyusui, serta mendorong terpenuhinya hak bayi memperoleh ASI eksklusif.

Menutup dialog, Fransiska dan dr. Ardanta mengajak masyarakat Kabupaten Ende menjadikan peringatan Hari ASI Sedunia sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam mendukung pemberian ASI. Mereka berharap tercipta generasi Ende yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pemenuhan gizi optimal sejak awal kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....