Bahaya Menghentikan Antibiotik sebelum Habis

  • 04 Agt 2026 15:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Menghentikan antibiotik sebelum waktunya masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat. Apoteker mengingatkan tindakan tersebut dapat membuat bakteri semakin sulit dilawan pengobatan.

Apoteker Eza Rieni menjelaskan antibiotik bekerja melawan bakteri sesuai dosis dan durasi tertentu. Pengobatan tidak boleh dihentikan hanya karena gejala mulai membaik.

Menurutnya, bakteri memiliki kemampuan beradaptasi terhadap antibiotik yang diberikan secara tidak tepat. Kemampuan itu membuat bakteri kembali menyerang dengan daya tahan lebih kuat.

"Ketika bakteri diberi antibiotik, mereka mempelajari cara melawan antibiotik tersebut," kata Eza dalam podcast Room For Improvement.

Eza mencontohkan pasien yang menghentikan amoksisilin setelah merasa kondisi tubuh membaik. Kebiasaan tersebut membuat antibiotik yang sama berpotensi tidak lagi efektif kemudian hari.

Dalam kondisi tertentu, tenaga kesehatan harus mengganti antibiotik dengan kelas yang lebih tinggi. Pergantian dilakukan karena bakteri telah kebal terhadap antibiotik sebelumnya.

Ia mengingatkan pilihan antibiotik semakin terbatas apabila resistansi terus terjadi. Kondisi itu menyulitkan tenaga kesehatan ketika menangani infeksi yang lebih berat.

Karena itu, antibiotik hanya boleh digunakan berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan. Pasien juga wajib menghabiskan obat sesuai aturan yang telah diberikan dokter.

Eza menegaskan antibiotik bukan obat untuk semua penyakit yang menimbulkan demam atau batuk. Penggunaan tanpa indikasi justru mempercepat munculnya resistansi bakteri di masyarakat.

Ia berharap masyarakat memahami pentingnya kepatuhan terhadap terapi antibiotik hingga selesai. Langkah sederhana tersebut membantu menjaga efektivitas antibiotik pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....