Apoteker: Jangan Langsung Tambah Dosis Saat Obat Belum Bereaksi

  • 04 Agt 2026 09:32 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Banyak masyarakat masih menambah dosis obat ketika gejala belum segera mereda. Apoteker mengingatkan kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko keracunan obat berdasarkan dosis toksik.

Sebagian orang menganggap obat bekerja seketika setelah diminum sehingga dosis langsung ditambah. Kebiasaan itu sering terjadi pada penggunaan obat penurun demam seperti parasetamol.

Apoteker Eza Rieni menjelaskan setiap obat membutuhkan waktu sebelum memberikan efek terapeutik. Tubuh juga memerlukan proses tertentu ketika menyerap serta memanfaatkan kandungan obat tersebut.

Menurutnya, pasien sering panik ketika suhu tubuh belum segera menurun setelah minum obat. Mereka kemudian menggandakan dosis tanpa mempertimbangkan batas keamanan penggunaan obat.

"Dosis yang berlebihan semakin mendekati dosis toksik atau tubuh menganggapnya sebagai racun," ujar Eza dalam podcast Room For Improvement.

Eza menyebut parasetamol termasuk obat yang mudah diperoleh tanpa resep dokter. Namun, obat tersebut tetap memiliki batas penggunaan yang harus dipatuhi masyarakat.

Ia menjelaskan terdapat kondisi keracunan parasetamol akibat konsumsi melebihi dosis yang dianjurkan. Penanganannya bahkan memerlukan terapi lain untuk mengatasi dampak keracunan tersebut.

Karena itu, masyarakat disarankan memahami penyebab keluhan sebelum memilih obat tertentu. Penambahan dosis bukan solusi ketika gejala belum segera membaik setelah konsumsi pertama.

Eza mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap kondisi tubuh sebelum menggunakan obat. Langkah tersebut membantu mencegah penggunaan obat secara berlebihan maupun tidak tepat sasaran.

Ia menegaskan obat sebaiknya digunakan sesuai aturan dan pendampingan tenaga kesehatan profesional. Kebiasaan menambah dosis sendiri justru dapat membahayakan kesehatan dalam jangka pendek maupun panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....