Tren Bergeser ke Usia Muda, Kenali Gejala Wasir dan Cara Pencegahannya
- 24 Jun 2026 13:58 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Penyakit wasir atau ambeien masih kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan yang tabu dan memalukan di tengah masyarakat. Padahal, kondisi medis yang dalam istilah kedokteran disebut hemoroid ini dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya jika tidak ditangani dengan tepat.
Dalam dialog program Zona Edukasi yang disiarkan oleh RRI Labuan Bajo, Senin 22 Juni 2026, dr. Yuliana Dwi Nirmala Tika Lagut, memaparkan secara rinci mengenai pengertian wasir, faktor risiko, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.
Dirinya juga menjelaskan, wasir merupakan kondisi pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena di sekitar anus dan bagian bawah rektum. Pembuluh darah tersebut sebenarnya berfungsi sebagai bantalan untuk membantu mengontrol pengeluaran feses. Namun, tekanan berulang di area perut, panggul, maupun anus dapat menghambat aliran darah kembali ke jantung sehingga memicu pembengkakan.
“Wasir adalah pelebaran atau pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus dan rektum bagian bawah yang terjadi akibat peningkatan tekanan di daerah tersebut,” kata dr. Tika.
Secara medis, wasir terbagi menjadi dua jenis, yakni wasir dalam (hemoroid interna) yang terjadi di dalam rektum dan umumnya ditandai dengan perdarahan saat buang air besar, serta wasir luar (hemoroid eksterna) yang muncul di sekitar anus dan sering menimbulkan benjolan, nyeri, maupun rasa gatal.
Menurut dr. Tika, tren kasus wasir kini tidak lagi didominasi kelompok lanjut usia. Gaya hidup modern membuat kasus wasir semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
“Sekarang justru banyak ditemukan pada usia 20 sampai 30 tahun ke atas. Salah satu penyebabnya adalah pola makan rendah serat dan kebiasaan yang kurang sehat,” ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan, sejumlah faktor risiko yang perlu diwaspadai antara lain kebiasaan mengejan terlalu keras, duduk terlalu lama di toilet, kurang konsumsi serat dan air putih, obesitas, kehamilan, hingga sering mengangkat beban berat.
Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti perdarahan berulang saat buang air besar, nyeri, atau benjolan yang semakin membesar.
“Jangan langsung menganggap perdarahan saat BAB itu pasti wasir. Bisa saja merupakan tanda penyakit lain seperti polip, tumor, atau bahkan keganasan, sehingga perlu diperiksa oleh tenaga medis,” ucapnya.
Guna mencegah wasir, dr. Tika menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi serat, minum air putih yang cukup, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan berlama-lama di toilet.
Ia menegaskan bahwa tidak semua kasus wasir memerlukan tindakan operasi. Pada stadium awal, penanganan umumnya dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup dan terapi konservatif. Sementara tindakan operasi biasanya menjadi pilihan pada kasus stadium lanjut atau ketika penanganan nonoperatif tidak lagi efektif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....