Mengapa Ibu Hamil Lebih Rentan Terkena Wasir? Ini Penjelasan Medis
- 24 Jun 2026 13:58 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Masa kehamilan merupakan periode yang membahagiakan, namun juga diiringi berbagai perubahan fisik yang dapat memicu sejumlah keluhan kesehatan. Salah satu yang cukup sering dialami, tetapi masih jarang dibicarakan secara terbuka, adalah wasir atau ambeien (hemoroid).
Dalam dialog kesehatan Zona Edukasi yang disiarkan RRI Labuan Bajo, dokter umum, dr. Yuliana Dwi Nirmala Tika Lagut atau dr. Tika, menjelaskan bahwa ibu hamil termasuk kelompok yang paling rentan mengalami pelebaran pembuluh darah di area anus.
“Peningkatan berat badan dan perubahan fisiologis selama kehamilan memang menjadi faktor risiko yang tidak bisa dihindari. Namun, penting bagi ibu hamil untuk memahami mekanismenya agar bisa melakukan pencegahan sejak dini,” ujar dr. Tika, Senin 22 Juni 2026.
Menurut dr. Tika, terdapat tiga faktor utama yang saling berkaitan sehingga membuat ibu hamil lebih rentan mengalami wasir.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran janin yang semakin besar memberikan tekanan pada area panggul dan pembuluh darah di sekitar anus. Kondisi ini dapat menghambat aliran darah balik sehingga memicu pembengkakan pembuluh darah.
Selama kehamilan, hormon progesteron meningkat cukup signifikan. Hormon ini menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi lebih lentur sehingga lebih mudah melebar. Akibatnya, pembuluh darah di area anus menjadi lebih rentan mengalami pembengkakan.
Peningkatan hormon progesteron juga dapat memperlambat kerja usus. Hal ini membuat ibu hamil lebih mudah mengalami sembelit atau kesulitan buang air besar, sehingga sering kali harus mengejan lebih kuat. Kebiasaan mengejan inilah yang turut memicu munculnya wasir.
Karena ibu hamil tidak dianjurkan sembarangan mengonsumsi obat, dr. Tika menyarankan penanganan secara konservatif melalui perubahan pola hidup yang aman bagi kehamilan.
Upaya tersebut antara lain dengan memperbanyak asupan serat dari sayur dan buah, seperti pepaya, serta memastikan konsumsi air putih yang cukup sekitar 2 liter per hari untuk membantu melunakkan feses.
Selain itu, ibu hamil disarankan tidak terlalu lama duduk di toilet dan menghindari mengejan berlebihan. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau berenang juga dianjurkan untuk membantu melancarkan pencernaan.
Sebagai perawatan tambahan, metode sitz bath atau merendam area anus dengan air hangat selama 10–15 menit dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan ketidaknyamanan.
“Wasir pada kehamilan umumnya dapat dikelola dengan baik dan tidak bersifat berbahaya, selama ibu hamil segera memperbaiki pola makan dan kebiasaan buang air besar,” ujar dr. Tika.
Ia juga menambahkan, ibu hamil tidak perlu merasa cemas berlebihan selama gejala ditangani sejak awal dan dilakukan pencegahan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....