Awas, Kebiasaan Main Ponsel di Toilet Bisa Picu Wasir di Usia Muda

  • 24 Jun 2026 13:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kebiasaan membawa ponsel pintar ke dalam toilet untuk sekadar membalas pesan, menonton video, atau berselancar di media sosial saat buang air besar (BAB) dinilai dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya adalah meningkatnya risiko penyakit wasir (hemoroid), yang kini mulai banyak dialami kalangan usia muda.

Dalam siaran program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo, dr. Yuliana Dwi Nirmala Tika Lagut atau dr. Tika mengungkapkan adanya pergeseran tren usia penderita wasir. Jika sebelumnya lebih banyak dialami oleh kelompok usia lanjut, kini justru mulai meningkat pada usia produktif.

“Jika dulu penyakit wasir mayoritas dialami oleh kelompok lansia di atas usia 50 tahun karena faktor melemahnya jaringan penyokong panggul, saat ini trennya justru bergeser ke usia produktif, yakni anak muda di usia 20 hingga 30 tahun ke atas,” ujar dr. Tika, Senin 22 Juni 2026.

Menurutnya, salah satu pemicu utama kondisi tersebut adalah gaya hidup modern yang tidak sehat, termasuk kebiasaan berlama-lama duduk di toilet sambil menggunakan ponsel.

Dirinya juga menjelaskan, terlalu lama duduk di toilet dapat meningkatkan tekanan pada area perut, panggul, dan sekitar anus. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah vena di area tersebut melebar dan berisiko menimbulkan wasir.

“Sekarang ini sering ke toilet, apalagi toilet duduk, terus sambil scroll-scroll HP jadi lupa waktu. Durasi duduk di toilet yang terlalu lama ini otomatis membuat area anus menerima tekanan yang besar dalam waktu lama, sehingga pembuluh darah vena di sana melebar dan membengkak,” ungkapnya.

Selain itu, dr. Tika menyarankan agar waktu berada di toilet dibatasi, idealnya tidak lebih dari 15 menit. Dirinya juga menyoroti pola makan masyarakat yang cenderung tinggi makanan cepat saji dan rendah serat. Kondisi ini membuat feses menjadi lebih keras sehingga memicu seseorang mengejan lebih kuat saat BAB.

Konsumsi air putih yang cukup serta asupan serat dari sayur dan buah dinilai penting untuk mencegah gangguan tersebut.

Tidak hanya itu, konsumsi makanan pedas secara berlebihan juga disebut dapat memperburuk kondisi pada sebagian orang karena sifatnya yang dapat mengiritasi saluran pencernaan.

Lebih lanjut, dr. Tika mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala awal wasir, seperti nyeri atau rasa mengganjal di area anus saat atau setelah BAB, keluarnya darah segar, serta munculnya benjolan di sekitar anus.

Jika gejala tersebut muncul, masyarakat disarankan segera memperbaiki pola hidup dengan memperbanyak konsumsi serat, minum cukup air, berolahraga ringan, serta dapat melakukan sitz bath atau perendaman area anus dengan air hangat selama 10–15 menit untuk membantu meredakan keluhan.

“Wasir bukan penyakit yang memalukan. Kuncinya ada pada perbaikan gaya hidup. Jadi jangan tunggu sampai parah atau harus dioperasi baru memeriksakan diri ke dokter,” kata dr. Tika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....