Putus Rantai Penularan Penyakit Menular Seksual dengan Perilaku Seks yang Aman

  • 15 Mei 2026 12:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Putus rantai penularan penyakit menular seksual dengan perilaku seks yang aman menjadi langkah paling konkret dalam melindungi masa depan kesehatan reproduksi masyarakat. Kesadaran untuk menerapkan pola hidup bersih dan bertanggung jawab merupakan benteng pertahanan utama dari serangan virus serta bakteri mematikan.

dr. Nurlaila Usman kepada RRI dalam program acara Indonesia Sehat Jumad, 15 mei 2026 menyebutkan bahwa penularan utama terjadi melalui kontak langsung cairan tubuh saat seseorang melakukan hubungan intim tanpa menggunakan pelindung. "Risiko penularan akan berlipat ganda jika seseorang sering bergonta-ganti pasangan seksual tanpa memikirkan konsekuensi kesehatan jangka panjangnya," ungkap dr. Nurlaila.

Selain aktivitas seksual, jalur penyebaran non-seksual melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian pada pengguna NAPZA juga wajib diwaspadai secara serius. Virus mematikan seperti Hepatitis dan HIV sangat mudah berpindah melalui darah yang menempel pada peralatan suntik yang digunakan bersama-sama.

Penggunaan kondom secara benar dan konsisten tetap menjadi metode preventif yang sangat disarankan oleh para ahli kesehatan di seluruh dunia. Namun, langkah ini harus dibarengi dengan komitmen tinggi untuk tetap setia pada satu pasangan sah agar risiko terpapar infeksi semakin minim.

dr. Nurlaila Usman juga sangat menganjurkan masyarakat untuk segera melengkapi rangkaian vaksinasi sebagai langkah perlindungan dari dalam tubuh. "Vaksinasi HPV dan Hepatitis B bukan sekadar formalitas, melainkan investasi penting untuk mencegah kanker serviks dan kerusakan hati kronis," ujarnya.

Bagi kaum pria, menjalani prosedur sunat secara medis terbukti mampu membantu menjaga higienitas organ intim serta menurunkan risiko infeksi menular. Praktik kebersihan yang disiplin setelah melakukan aktivitas luar ruangan juga turut berperan dalam mencegah berkembangbiaknya parasit di area sensitif.

Langkah skrining atau pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi kewajiban moral bagi setiap individu yang berada pada rentang usia aktif secara seksual. Deteksi dini sangat membantu memutus mata rantai penyebaran infeksi kepada orang lain, terutama bagi pasangan yang sedang merencanakan kehadiran buah hati.

Mengadopsi perilaku seks yang aman adalah wujud nyata dari penghormatan terhadap diri sendiri dan rasa sayang kepada keluarga tercinta. Mari jadikan informasi kesehatan ini sebagai panduan utama dalam berperilaku agar kita semua terbebas dari ancaman penyakit menular seksual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....