Persagi Ende Tegaskan Stunting Tak Sekadar Tubuh Pendek
- 03 Mei 2026 18:31 WIB
- Ende
Poin Utama
- Persagi Kabupaten Ende menegaskan stunting bukan sekadar anak pendek, tetapi masalah gizi kronis yang memengaruhi tumbuh kembang.
- Kesalahan persepsi di masyarakat dinilai menghambat upaya percepatan penurunan stunting.
- Edukasi gizi dan perhatian pada 1.000 hari pertama kehidupan menjadi kunci pencegahan stunting.
RRI.CO.ID, Ende – Persagi Kabupaten Ende menegaskan bahwa stunting tidak bisa disederhanakan hanya sebagai kondisi anak bertubuh pendek. Kesalahan persepsi ini berisiko membuat penanganan stunting tidak tepat sasaran.
Wakil Ketua Persagi Kabupaten Ende, Nur Hadiba Hanum mengatakan, pemahaman keliru tersebut masih banyak terjadi di masyarakat. Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu hambatan dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Tidak semua anak pendek itu stunting, karena harus dilihat juga kondisi kognitif dan riwayat gizinya,” ujar Hanum dalam Program Indonesia Sehat Programa 1 RRI Ende, Jumat 24 April 2026. Pernyataan itu menegaskan pentingnya pemahaman yang tepat dalam menilai kondisi stunting.
Hanum menambahkan, tinggi badan memang menjadi indikator yang paling mudah dikenali masyarakat. Namun, indikator tersebut belum cukup untuk menggambarkan kondisi stunting secara menyeluruh.
Ia menjelaskan, stunting merupakan dampak kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam jangka panjang. Kondisi ini dapat dimulai sejak masa kehamilan hingga usia dini anak.
Menurutnya, fase 1.000 hari pertama kehidupan menjadi periode paling menentukan kualitas pertumbuhan anak. Pada masa ini, kecukupan gizi berperan penting dalam membentuk perkembangan fisik sekaligus fungsi otak.
Karena itu, Hanum menilai penguatan edukasi gizi kepada masyarakat menjadi langkah mendesak dalam pencegahan stunting. Upaya ini diperlukan agar intervensi dapat dilakukan lebih dini dan tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....