Hati-Hati! Kebiasaan Mengorek Telinga Picu Infeksi Serius "Otitis Eksterna"

  • 02 Mei 2026 14:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Kebiasaan mengorek telinga yang sering dianggap sepele ternyata dapat memicu masalah kesehatan serius, salah satunya infeksi telinga luar atau otitis eksterna. Kondisi ini menjadi salah satu keluhan yang cukup sering ditangani di Puskesmas Labuan Bajo.

Dalam program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo, dr. Andi Ratnasari menjelaskan bahwa otitis eksterna merupakan peradangan pada saluran telinga bagian luar yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Menurutnya, kasus infeksi telinga luar cukup tinggi, dengan rata-rata 3 hingga 4 pasien datang setiap hari untuk mendapatkan penanganan.

Dirinya juga menerangkan bahwa telinga sebenarnya memiliki mekanisme pembersihan alami melalui serumen atau kotoran telinga yang akan keluar dengan sendirinya saat seseorang mengunyah, berbicara, atau mandi.

Namun, kebiasaan membersihkan telinga menggunakan cotton bud, kunci, atau benda keras lainnya justru berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

“Penggunaan benda asing ke dalam telinga bisa mendorong kotoran semakin masuk, melukai saluran telinga, dan menghilangkan fungsi pelindung alami serumen,” ungkap dr. Andi Ratnasari, Senin 27 April 2026.

Dirinya juga menambahkan, luka kecil akibat gesekan dapat menjadi pintu masuk bakteri, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Beberapa gejala otitis eksterna yang perlu diwaspadai antara lain nyeri telinga hebat, keluarnya cairan berbau, telinga terasa penuh, berdenging, hingga penurunan pendengaran.

Guna mencegah infeksi, masyarakat diimbau tidak memasukkan benda apapun ke dalam liang telinga. Pembersihan cukup dilakukan pada bagian luar telinga menggunakan kain atau handuk bersih setelah mandi.

Selain itu, penggunaan penyumbat telinga saat berenang juga disarankan untuk mencegah air terperangkap di saluran telinga. Penggunaan headset pun perlu dibatasi dengan aturan 60/60, yakni maksimal 60 menit dengan volume tidak lebih dari 60 persen.

Lebih lanjut, dr. Andi Ratnasari juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan obat tetes telinga secara sembarangan tanpa pemeriksaan tenaga medis.

“Jika muncul keluhan seperti gatal berkepanjangan, nyeri, atau keluar cairan dari telinga, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan atau dokter THT agar mendapat penanganan yang tepat,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....