Masyarakat Masih Sering Korek Telinga Pakai Kunci Motor hingga Jarum Pentul
- 02 Mei 2026 13:49 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Tenaga medis di Puskesmas Labuan Bajo masih kerap menemukan masyarakat yang membersihkan telinga menggunakan benda-benda keras dan tajam, seperti kunci motor, kayu, peniti, hingga jarum pentul. Kebiasaan tersebut dinilai berisiko tinggi memicu iritasi, luka, bahkan infeksi serius pada liang telinga.
Dalam program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo, dr. Andi Ratnasari mengungkapkan bahwa penggunaan benda asing untuk mengorek telinga masih sering dilakukan warga, meski dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
“Pasien masih banyak yang menggunakan benda seperti kunci motor, kayu, peniti, bahkan jarum pentul untuk membersihkan telinga. Padahal, tindakan ini sangat berbahaya,” ujarnya, Senin 27 April 2026.
dr. Andi Ratnasari juga menjelaskan, lapisan kulit pada liang telinga sangat tipis sehingga mudah mengalami lecet atau trauma akibat gesekan benda keras. Jika dilakukan berulang, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi infeksi telinga luar atau otitis eksterna.
“Awalnya mungkin terasa nyaman, tetapi jika terus dilakukan, luka kecil bisa semakin parah dan memicu infeksi yang menimbulkan rasa nyeri hebat,” katanya.
Menurutnya, kasus infeksi telinga luar akibat kebiasaan tersebut hampir ditemukan setiap hari di layanan kesehatan. Bahkan, pada awal pekan seperti hari Senin, jumlah pasien dengan keluhan serupa bisa mencapai tiga hingga empat orang dalam satu sif pelayanan.
Gejala yang dialami pasien umumnya berupa telinga berdenging, rasa penuh, nyeri, hingga keluarnya cairan bernanah yang disertai bau tidak sedap.
Pihak medis mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membersihkan telinga dengan benda asing karena selain berisiko melukai telinga, tindakan tersebut juga dapat mendorong kotoran telinga semakin dalam dan menyebabkan gangguan pendengaran.
“Telinga memiliki mekanisme pembersihan alami. Jika terasa gatal atau tersumbat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar penanganannya dilakukan secara aman,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....