CEK KLIK Jadi Kunci, Loka POM Mabar Ajak Warga Cerdas Konsumsi Herbal

  • 02 Apr 2026 20:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Tren kembali ke alam (back to nature) yang kian meningkat di tengah masyarakat perlu diimbangi dengan literasi kesehatan yang memadai. Loka POM Kabupaten Manggarai Barat mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi produk herbal hanya berdasarkan testimoni, melainkan melalui proses verifikasi yang benar.

Kepala Loka POM Kabupaten Manggarai Barat, Imanulkhan, menyampaikan, langkah paling mendasar bagi konsumen adalah memahami produk yang dikonsumsi. Menurutnya, kepastian keamanan obat tradisional tidak bisa hanya dilihat dari kemasan menarik atau klaim khasiat yang berlebihan.

“Masyarakat harus menjadi konsumen yang berdaya. Jangan mudah tergiur janji sembuh cepat. Kami selalu mengedukasi masyarakat dengan prinsip CEK KLIK,” ujar Imanulkhan dalam dialog interaktif bersama RRI Labuan Bajo, Kamis 2 April 2026.

Dirinya juga menyampaikan, prinsip CEK KLIK meliputi pengecekan kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa.

“Pertama, cek kemasan, pastikan tidak penyok atau rusak. Kedua, cek label untuk mengetahui aturan pakai dan komposisi. Ketiga, cek izin edar dari BPOM, bukan hanya izin P-IRT jika itu obat tradisional. Terakhir, cek kedaluwarsa karena bahan alam yang lewat waktu bisa berubah menjadi berbahaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Imanulkhan mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi untuk memastikan legalitas produk. Ia menyarankan penggunaan aplikasi resmi dari BPOM guna memverifikasi nomor izin edar secara cepat dan akurat.

“Sekarang zamannya digital. Masyarakat bisa mengunduh aplikasi BPOM Mobile untuk memindai barcode atau memasukkan nomor izin edar. Jika data tidak muncul atau tidak sesuai, maka produk tersebut patut dicurigai ilegal,” katanya.

Selain itu, Loka POM Manggarai Barat juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang ingin memastikan keamanan produk yang beredar di pasaran. Peran aktif masyarakat dinilai penting dalam mendukung pengawasan obat dan makanan.

“Jangan sungkan untuk bertanya atau melapor kepada kami jika menemukan kejanggalan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam pengawasan obat dan makanan,” ucap Imanulkhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....