Loka POM Manggarai Barat Ingatkan Produk Alami Belum Tentu Aman
- 02 Apr 2026 20:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Anggapan bahwa semua produk berbahan alami pasti aman untuk dikonsumsi mendapat perhatian serius dari otoritas pengawas obat dan makanan. Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Manggarai Barat, Imanulkhan, menegaskan bahwa label “alami” tidak menjamin suatu produk bebas dari risiko kesehatan.
Hal tersebut disampaikan dalam dialog interaktif bersama RRI Labuan Bajo bertajuk “Alami Belum Tentu Aman”, Kamis 2 April 2026. Dalam dialog itu, Imanulkhan menyebutkan bahan alam memang memiliki potensi manfaat, namun tetap memerlukan pengawasan ketat, mulai dari proses pengolahan, kandungan zat, hingga dosis penggunaannya.
“Produk alami tidak otomatis aman. Semua tetap harus melalui proses yang benar dan terukur agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan,” ujar Imanulkhan.
Ia mengungkapkan sejumlah risiko yang kerap ditemukan pada produk berbahan alami, seperti adanya campuran Bahan Kimia Obat (BKO) dalam produk herbal atau jamu untuk memberikan efek instan. Selain itu, penggunaan dosis yang tidak tepat serta proses produksi yang tidak higienis juga berpotensi membahayakan konsumen.
“Sering kali kami menemukan produk herbal yang dicampur BKO tanpa izin. Ini berbahaya karena bisa merusak organ tubuh seperti ginjal dan hati jika dikonsumsi dalam jangka panjang,” katanya..
Sebagai langkah perlindungan, Loka POM Manggarai Barat terus mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip CEK KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi produk, yakni memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.
Di sisi lain, Loka POM juga berkomitmen melakukan pengawasan rutin serta pendampingan kepada pelaku UMKM lokal agar mampu menghasilkan produk berbahan alami yang memenuhi standar keamanan dan mutu.
“Masyarakat jangan mudah tergiur dengan klaim produk herbal yang menjanjikan hasil instan tanpa izin edar yang jelas,” ungkap Imanulkhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....