Mengenal Teknik Operasi Konservasi dan Mastektomi Total Payudara

  • 04 Mar 2026 07:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Pemilihan teknik operasi tumor payudara sangat bergantung pada luas jaringan yang terinfeksi serta keinginan pasien untuk mempertahankan bentuk tubuh. Hal ini dipaparkan dr. Anselmus Danus Aria, Sp.B, dalam Obrolan Kesehatan Program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 27 Februari 2026.

Dokter spesialis bedah RSUD Ende menjelaskan bahwa teknik Breast Conserving Treatment (BCT) atau operasi konservasi bertujuan mempertahankan bentuk alami payudara. Prosedur ini dilakukan dengan hanya mengangkat jaringan tumor beserta sebagian kecil jaringan sehat di sekitarnya guna memastikan kebersihan sel.

Jarak pengambilan jaringan sehat dalam teknik konservasi biasanya berkisar antara satu hingga dua sentimeter dari titik pusat benjolan tumor tersebut. Metode ini menjadi pilihan utama bagi pasien yang terdeteksi pada stadium awal sehingga struktur payudara tidak perlu dihilangkan secara keseluruhan.

Berbeda dengan konservasi, teknik mastektomi total melibatkan pengangkatan seluruh jaringan payudara termasuk kelenjar air susu secara menyeluruh dari tubuh pasien. Langkah medis yang lebih radikal ini biasanya diambil jika penyebaran sel tumor sudah dianggap mengancam keselamatan nyawa penderita.

Selain jaringan payudara, prosedur mastektomi seringkali disertai dengan pengangkatan kelenjar getah bening di area ketiak untuk mencegah rekurensi atau kekambuhan. Dokter bedah akan mempertimbangkan faktor klinis secara mendalam sebelum memutuskan teknik mana yang paling efektif untuk menghentikan laju keganasan.

Dr. Anselmus menegaskan bahwa setiap tindakan operasi memiliki pertimbangan medis yang ketat demi memberikan hasil penyembuhan yang paling optimal dan aman. Pasien di Kabupaten Ende kini memiliki akses terhadap konsultasi bedah yang komprehensif untuk mendiskusikan pilihan prosedur pembedahan yang tersedia.

Keberhasilan operasi sangat dipengaruhi oleh kecepatan pasien dalam melaporkan adanya benjolan sebelum sel kanker menyebar ke jaringan sehat yang lebih luas. Melalui edukasi di Pro1 RRI Ende, masyarakat diharapkan memahami bahwa operasi tidak selalu berarti menghilangkan seluruh bagian organ tubuh.

Pemahaman mengenai perbedaan teknik bedah ini diharapkan dapat mengurangi kecemasan pasien dalam menghadapi meja operasi di rumah sakit daerah. Penanganan yang tepat sejak dini akan memberikan peluang bagi pasien untuk tetap memiliki kualitas hidup yang baik pascaoperasi penyembuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....