Memahami Faktor Genetik dan Lingkungan Pemicu Tumor Payudara

  • 04 Mar 2026 07:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Penyebab munculnya tumor payudara pada seseorang secara garis besar terbagi menjadi faktor sporadik akibat lingkungan dan faktor familial atau keturunan. Hal ini dijelaskan dr. Anselmus Danus Aria, Sp.B, dalam Obrolan Kesehatan Program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 27 Februari 2026.

Dokter spesialis bedah RSUD Ende ini memaparkan bahwa sekitar 70 persen kasus tumor payudara bersifat sporadik yang sumbernya bisa berasal dari paparan radiasi. Polusi udara yang tinggi serta kurangnya asupan antioksidan dalam tubuh juga menjadi pemicu perubahan genetik yang sering tidak disadari oleh pasien.

Sementara itu, 30 persen kasus lainnya dikategorikan sebagai faktor familial yang berkaitan erat dengan riwayat kesehatan dalam satu pohon silsilah keluarga. Jika terdapat anggota keluarga inti seperti tante atau nenek yang memiliki riwayat keganasan, maka risiko anggota keluarga lainnya meningkat secara signifikan.

Dr. Anselmus menyebutkan adanya gen khusus yang diwariskan dari orang tua, yakni gen BRCA 1 untuk perempuan dan BRCA 2 untuk laki-laki. Keberadaan gen ini di dalam tubuh seseorang memperbesar kemungkinan benjolan yang muncul akan berkembang menjadi sel kanker yang ganas di masa depan.

Salah satu contoh medis yang populer adalah kasus aktris Angelina Jolie yang memilih melakukan prosedur mastektomi pencegahan meski belum memiliki keluhan klinis. Tindakan radikal tersebut diambil setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya warisan gen BRCA dari keluarga yang berisiko tinggi memicu keganasan.

Istilah tumor sengaja digunakan di awal pemeriksaan agar pasien tidak merasa traumatik atau terbebani dengan diksi kanker yang seringkali menakutkan. Pendekatan bahasa yang lebih lembut ini bertujuan agar pasien lebih terbuka dan kooperatif dalam menjalani serangkaian tes diagnostik di rumah sakit.

Meskipun faktor keturunan tidak bisa dihindari, deteksi dini melalui pemetaan riwayat keluarga dapat menjadi langkah mitigasi yang sangat efektif bagi masyarakat. Pengetahuan mengenai kondisi genetik keluarga memungkinkan tim medis melakukan tindakan preventif sebelum tumor berkembang ke stadium yang lebih membahayakan nyawa.

Melalui edukasi di Pro1 RRI Ende, warga diimbau untuk lebih peka terhadap pola kesehatan keluarga dan faktor lingkungan di sekitar tempat tinggal. Pencegahan jauh lebih baik dilakukan dengan mengetahui risiko sejak dini daripada menangani tumor yang sudah telanjur memasuki fase penyebaran luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....