Waspada, Laki-Laki Bisa Terkenena Tumor Payudara
- 04 Mar 2026 07:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Meskipun kasusnya tergolong sangat langka, laki-laki tetap memiliki risiko terkena tumor payudara karena memiliki jaringan kelenjar dan lemak yang serupa dengan perempuan. Hal ini ditegaskan dr. Anselmus Danus Aria, Sp.B, dalam Obrolan Kesehatan Program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 27 Februari 2026.
Dokter spesialis bedah RSUD Ende ini menjelaskan bahwa perbedaan utama terletak pada kadar hormon estrogen yang lebih rendah pada laki-laki. Kondisi hormonal tersebut menyebabkan jaringan payudara pria tidak berkembang secara signifikan seperti pada perempuan, namun tetap memiliki potensi munculnya benjolan.
Secara statistik, prevalensi tumor payudara pada laki-laki hanya berkisar antara satu hingga tiga persen dari total kasus yang ditemukan di dunia medis. Angka yang sangat kecil ini seringkali membuat kaum pria merasa aman dan abai terhadap perubahan fisik yang terjadi pada bagian dada mereka.
Risiko bagi laki-laki akan meningkat hingga dua kali lipat jika terdapat riwayat anggota keluarga laki-laki lainnya yang pernah mengidap penyakit serupa. Faktor herediter atau warisan genetik ini menjadi peringatan bagi keluarga dengan garis keturunan yang memiliki catatan medis keganasan pada organ payudara.
Dr. Anselmus mengungkapkan bahwa selama bertugas sebagai spesialis bedah, dirinya belum pernah menangani langsung kasus tumor payudara pada pasien laki-laki di wilayah tersebut. Meskipun termasuk kejadian yang cukup langka, kewaspadaan dini tetap harus dimiliki oleh setiap individu tanpa memandang jenis kelamin pasien.
Munculnya tumor pada laki-laki seringkali dikaitkan dengan faktor genetik yang kuat di dalam silsilah keluarga atau yang dikenal dengan istilah pedigree. Pengetahuan mengenai riwayat kesehatan keluarga menjadi kunci utama dalam memetakan potensi risiko yang mungkin diturunkan kepada generasi berikutnya.
Pihak RSUD Ende mengimbau para pria untuk tidak ragu berkonsultasi jika menemukan adanya benjolan yang tidak wajar atau nyeri pada area dada. Deteksi dini pada laki-laki justru lebih mudah dilakukan secara visual karena jaringan payudara yang lebih tipis dibandingkan dengan perempuan.
Melalui edukasi di Pro1 RRI Ende, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai tumor payudara semakin inklusif dan menjangkau seluruh lapisan anggota keluarga. Penanganan medis yang cepat dan tepat akan sangat membantu proses penyembuhan meskipun kasus tersebut merupakan fenomena langka di dunia kedokteran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....