Massa Otot Menyusut Pemicu Diabetes akibat Diet Ekstrem
- 24 Feb 2026 09:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Diet ketat dengan target penurunan berat badan drastis tanpa pengawasan medis berisiko tinggi memicu penyakit diabetes melitus. Fenomena ini menjadi pembahasan mendalam dalam obrolan kesehatan program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 13 Februari 2026, bersama dokter spesialis penyakit dalam dr. Iin Afriani Amran, Sp.PD.
Metode intermittent fasting atau puasa intermiten sebenarnya dapat menjadi langkah pencegahan diabetes jika dilakukan dengan benar. Namun, pola diet yang dimodifikasi sendiri tanpa konsultasi dokter spesialis gizi justru membahayakan metabolisme tubuh.
Setiap individu memiliki perhitungan kebutuhan kalori, karbohidrat, dan protein yang berbeda-beda sesuai berat badan. Diet yang tidak dibarengi asupan nutrisi optimal dapat menyebabkan penurunan massa otot secara signifikan.
Otot merupakan salah satu tempat cadangan penyimpanan insulin yang sangat penting bagi tubuh manusia. Ketika massa otot menurun akibat diet ekstrem, kemampuan tubuh dalam mencadangkan insulin juga akan berkurang.
Kondisi inilah yang meningkatkan risiko diabetes meskipun seseorang sedang berusaha mengurangi asupan makanannya. Pada penderita obesitas, komposisi lemak yang lebih dominan daripada otot turut memperburuk fungsi insulin.
Menurut dr. Iin Afriani Amran, Sp.PD, masyarakat disarankan untuk tidak hanya fokus pada penurunan angka timbangan secara instan. Pembentukan otot melalui olahraga yang tepat menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah.
Kombinasi antara asupan kalori yang cukup dan pembentukan massa otot adalah strategi diet yang sehat. Hindari melakukan modifikasi gaya diet sendiri demi mencegah efek samping kesehatan yang tidak diinginkan.
Langkah preventif paling aman adalah dengan mengonsultasikan pola makan dan aktivitas fisik kepada ahlinya. Penurunan berat badan yang ideal harus tetap memprioritaskan fungsi organ dan kebugaran jangka panjang.
Kata Kunci: , , Diet Ekstrem, Insulin, Intermittent Fasting, Nutrisi, Indonesia Sehat, RRI Ende
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....