Tips Sehat Berbuka Puasa tanpa Lonjakan Gula Darah

  • 23 Feb 2026 07:59 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Kebiasaan "balas dendam" dengan makan berlebihan saat berbuka puasa dapat memicu lonjakan gula darah secara mendadak. Hal ini menjadi bahasan utama dalam Obrolan kesehatan program Indonesia sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 20 Februari 2026, bersama dr. Muhamad Ibrahim Sengaji, MARS.

Dokter Baimi menjelaskan bahwa memasukkan makanan berat secara langsung saat berbuka membuat sistem pencernaan terkejut setelah beristirahat belasan jam. Kondisi perut yang kaget akibat porsi makan besar akan mengakibatkan rasa begah, kembung, hingga kantuk yang hebat.

Dampak dari lonjakan gula darah yang drastis ini sering kali membuat seseorang merasa lemas dan malas beribadah. Fenomena tersebut biasanya menjadi penghambat utama bagi umat Muslim dalam melaksanakan salat Isya maupun Tarawih secara optimal.

Sebagai solusi medis, masyarakat disarankan mengawali buka puasa hanya dengan air putih atau buah kurma saja. Konsumsi ringan ini berfungsi sebagai perangsang lambung agar siap menerima asupan nutrisi yang lebih kompleks nantinya.

Dokter Baim menyarankan adanya jeda waktu yang cukup sebelum seseorang memutuskan untuk menyantap makanan berporsi berat. Waktu ideal untuk makan besar adalah setelah melaksanakan salat Magrib atau bahkan sesudah salat Tarawih dilaksanakan.

Kedisiplinan dalam mengatur pola makan ini sangat krusial agar manfaat kesehatan puasa tidak hilang begitu saja. Jika pola salah dilakukan terus-menerus selama 30 hari, risiko gangguan metabolisme seperti keringat dingin hingga penurunan kesadaran bisa mengancam.

Melalui edukasi ini, diharapkan warga Ende dan sekitarnya mulai meninggalkan kebiasaan lama yang membahayakan kesehatan tubuh. Mari terapkan pola hidup sehat agar ibadah puasa tahun ini membawa berkah sekaligus kebugaran fisik yang maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....