Kasus Kanker Serviks di Ende Banyak Terlambat Ditangani

  • 19 Feb 2026 09:22 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kasus kanker serviks di wilayah Ende masih banyak terungkap saat kondisi pasien sudah berat. Rendahnya kesadaran serta sulitnya mengenali gejala awal menjadi faktor utama keterlambatan penanganan.

Temuan ini terlihat dari pola kedatangan pasien ke fasilitas layanan kesehatan yang umumnya sudah berada pada tahap lanjut. Kondisi tersebut membuat proses pengobatan menjadi lebih kompleks dan memerlukan waktu lebih panjang.

Kepala Puskesmas Onekore, Florentinus Hendrianto, mengatakan letak kanker serviks berada di bagian dalam organ reproduksi sehingga tidak mudah dikenali sejak awal. Berbeda dengan beberapa jenis kanker lain, tanda awalnya tidak tampak dari luar.

“Kanker serviks itu letaknya di dalam, jadi tidak mudah dikenali. Gejala awalnya sering mirip haid tidak teratur atau keputihan biasa, sehingga banyak pasien menganggapnya keluhan ringan,” ujarnya pada RRI Rabu 18 Februari 2026.

Ia menjelaskan, tidak adanya benjolan yang terlihat membuat penderita sering tidak menyadari risiko yang sedang berkembang. Hal ini berbeda dengan kanker payudara atau kanker kulit yang umumnya memiliki tanda visual atau bisa diraba.

Menurutnya, banyak pasien baru datang berobat ketika sudah mengalami keluhan lanjutan seperti perdarahan tidak normal dan nyeri. Pada tahap tersebut, penyakit biasanya sudah berkembang dan membutuhkan penanganan lanjutan.

Dari sisi penyebab, keterlambatan juga dipicu kurangnya pemeriksaan rutin kesehatan reproduksi. Sebagian masyarakat masih merasa enggan atau menunda pemeriksaan karena menganggap tidak ada gejala serius.

Pihak puskesmas terus mendorong perempuan usia produktif untuk melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan berkala. Edukasi juga dilakukan agar masyarakat lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh.

“Kalau ada tanda yang tidak biasa, jangan tunggu lama. Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang penanganan berhasil,” katanya.

Tenaga kesehatan menilai pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci menekan angka kasus serta kematian akibat kanker serviks di wilayah Ende. Masyarakat diharapkan lebih aktif memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....