Diet Ekstrem Tingkatkan Risiko Gangguan Metabolik
- 18 Feb 2026 11:17 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende -
RRI.CO.ID, Ende – Masyarakat perlu mewaspadai faktor risiko diabetes yang kerap tersembunyi di balik tren gaya hidup sehat. Hal tersebut menjadi sorotan dalam program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende bersama dr. Iin Afriani Amran, Sp.PD., Jumat, 13 Februari 2026.
Dokter Iin menjelaskan faktor umum seperti berat badan berlebih, konsumsi gula berlebihan, dan kurang aktivitas fisik memang telah dikenal sebagai pemicu diabetes. Namun, pola diet ekstrem dan olahraga tidak terukur juga berpotensi mengganggu metabolisme tubuh.
Menurutnya, diet ketat yang membatasi asupan secara drastis dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan metabolik. Kondisi ini, jika berlangsung lama, dapat meningkatkan risiko gangguan gula darah.
Ia juga mengingatkan bahwa olahraga memiliki tujuan berbeda, seperti menurunkan berat badan atau membentuk massa otot. Aktivitas fisik yang dilakukan secara terukur dan sesuai kebutuhan tubuh dinilai lebih aman dibandingkan olahraga berlebihan tanpa pengawasan.
“Penurunan berat badan yang terlalu cepat melalui cara ekstrem justru bisa berdampak negatif bagi kesehatan jangka panjang,” ujarnya.
Dokter Iin menekankan pentingnya keseimbangan antara pola makan sehat, olahraga teratur, dan istirahat cukup. Pendekatan rasional dan berkelanjutan lebih efektif dibandingkan metode instan.
Masyarakat diimbau berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalani program diet tertentu. Kesadaran terhadap pola hidup seimbang diharapkan mampu menekan risiko diabetes dan gangguan metabolik lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....