Ancaman Cuci Darah dan Amputasi akibat Diabetes

  • 18 Feb 2026 18:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID,Ende - Risiko kerusakan ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) menjadi ancaman nyata bagi penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol. Kondisi medis ini sering kali berujung pada tindakan cuci darah permanen akibat penurunan fungsi organ penyaring racun tubuh tersebut.

Dalam obrolan kesehatan program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 13 Februari 2026.. Iin Alvriani Amran, Sp.PD menjelaskan bahaya komplikasi pada mata. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan gangguan penglihatan serius hingga kebutaan total yang menurunkan kualitas hidup pasien secara drastis.

Meskipun dalam dunia medis tidak dikenal istilah stadium diabetes, dokter menekankan pentingnya prosedur pengendalian kadar gula darah yang ketat. Pasien diwajibkan melakukan pemeriksaan laboratorium HBA1C secara rutin setiap tiga bulan sekali untuk memantau efektivitas terapi yang dijalani.

Hasil pemeriksaan HBA1C menjadi acuan utama bagi tim medis untuk menentukan jenis penanganan, mulai dari modifikasi gaya hidup hingga penggunaan obat. Jika angka pemeriksaan menunjukkan hasil yang sangat tinggi, pasien biasanya akan direkomendasikan untuk beralih menggunakan terapi suntik insulin.

Komplikasi fisik yang paling ditakuti adalah kematian jaringan pada ujung jari atau kaki akibat terhentinya suplai darah secara kronis.Kondisi yang disebut Chronic Limb Ischemic ini memicu terjadinya pembusukan organ karena jaringan tubuh tidak lagi mendapatkan asupan oksigen.

Proses kematian jaringan ini merupakan fase komplikasi berat yang sering kali memaksa tim medis untuk mengambil tindakan pembedahan atau amputasi. Langkah drastis ini terpaksa dilakukan guna mencegah penyebaran infeksi lebih luas yang dapat mengancam nyawa pasien diabetes tersebut.

Fenomena penyangkalan atau denial dari pasien terhadap kondisi luka yang membusuk sering kali menjadi hambatan besar dalam proses pengobatan medis. Banyak penderita yang merasa kondisi tubuhnya baik-baik saja, padahal kerusakan saraf telah meniadakan rasa sakit pada bagian yang luka.

Edukasi yang berkelanjutan diperlukan agar masyarakat tidak abai terhadap luka kecil pada penderita diabetes demi menghindari risiko cacat permanen. Kesadaran untuk patuh pada anjuran dokter adalah kunci utama bagi warga Ende dalam melawan dampak buruk penyakit degeneratif ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....