Waspada Diabetes Dari Si Manis yang Mengancam Nyawa Masyarakat

  • 16 Feb 2026 09:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Penyakit diabetes melitus kini menjadi ancaman serius yang sering kali disepelekan oleh masyarakat Indonesia karena gejalanya yang tidak terduga. Penjelasan ini mengemuka pada obrolan kesehatan program Indonesia sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 12 Februari 2026.

Narasumber spesialis penyakit dalam, dr. Iin Alfriani Amran, Sp.PD, menegaskan bahwa penyebab utama diabetes bukan sekadar konsumsi gula semata. Masalah utamanya justru terletak pada gangguan sistem organ tubuh dan pola gaya hidup yang tidak sehat.

Secara medis, organ pankreas memegang peranan krusial sebagai pabrik alami yang menghasilkan hormon insulin bagi tubuh manusia. Insulin berfungsi untuk berikatan dengan gula guna menghasilkan energi yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.

Pada penderita diabetes, terjadi kelainan di mana insulin yang dihasilkan pankreas tidak lagi sensitif terhadap kadar gula. Akibatnya, gula dalam darah tetap meningkat meski penderita hanya mengonsumsi glukosa dalam jumlah yang sangat kecil.

Terdapat perbedaan mendasar antara Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 yang perlu dipahami secara mendalam oleh masyarakat awam. Pada Tipe 1, organ pankreas mengalami kerusakan total sehingga tidak mampu memproduksi insulin sama sekali.

Sementara itu, penderita Tipe 2 masih memiliki pankreas yang memproduksi insulin, namun kualitasnya tidak sensitif atau tidak mencukupi. Hal ini menyebabkan tubuh gagal mengolah gula secara optimal karena ketidakmampuan insulin berikatan dengan pasangannya.

Pengobatan diabetes, terutama melalui suntik insulin mandiri, memerlukan biaya yang cukup besar hingga mencapai jutaan rupiah per bulannya. Meskipun ditanggung BPJS, beberapa merek atau tipe insulin tertentu terkadang memiliki aturan penjaminan yang berbeda.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan pankreas sedini mungkin melalui diet rendah gula dan rutin melakukan aktivitas olahraga. Kesadaran untuk memperbaiki pola hidup menjadi kunci utama agar terhindar dari risiko komplikasi mematikan akibat diabetes.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....