Balai POM di Ende Gelar Vaksinasi HPV untuk Mencegah Kanker Serviks
- 13 Feb 2026 18:08 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Balai POM di Ende bekerja sama dengan Korpri dan Dharma Wanita melaksanakan vaksinasi HPV dosis pertama pada Jumat 13 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian HUT ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan dan diikuti peserta dari berbagai kalangan.
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta dikenakan biaya sebesar Rp290.000 per dosis. Biaya ini dinilai lebih rendah dibandingkan tarif umum vaksin HPV di fasilitas layanan kesehatan komersial.
Kepala Balai POM di Ende, Eko Agus Budi Darmawan, menegaskan pihaknya melakukan pengawalan ketat terhadap mutu dan keamanan vaksin. Pengawasan tidak hanya dilakukan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga sepanjang proses distribusi di wilayah kerja.
“Kami akan selalu melakukan pengawalan. Bukan cuma dalam kegiatan vaksinasi ini, tapi sepanjang tahun kami ikut mengamankan vaksin yang beredar dan digunakan di wilayah kerja kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan pengamanan dilakukan pada rantai pasok vaksin yang mencakup Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Ngada. Langkah tersebut untuk memastikan vaksin yang diterima masyarakat tetap terjaga kualitas dan keamanannya.
Kepala Puskesmas Onekore, dr. Florentinus Hendrianto, mengatakan pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui vaksinasi dan skrining seperti IVA, Pap Smear, dan HPV DNA. Namun vaksinasi dinilai sebagai metode paling praktis untuk perlindungan awal.
“Di daerah dengan akses mudah, kegiatan seperti ini sudah sering. Di Ende dan NTT masih jarang, sehingga kami sangat mendukung. Ke depan diharapkan bukan hanya satu lembaga, tapi lebih banyak pihak bisa menghadirkan layanan serupa,” katanya.
Salah satu peserta, Mercy Woda, mengaku sangat antusias mengikuti vaksinasi karena manfaat perlindungan kesehatannya. Ia menilai biaya yang ditetapkan masih terjangkau dibanding harga normal.
“Saya ikut untuk kesehatan diri saya dan perlindungan sistem imun. Prinsip saya mencegah lebih baik daripada mengobati. Vaksin HPV biasanya mahal, jadi saat ada kegiatan seperti ini saya sangat antusias, apalagi perempuan yang sudah menikah lebih berisiko,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan vaksinasi HPV dapat dilakukan lebih rutin dan menjangkau lebih banyak perempuan di wilayah NTT. Menurutnya, kemudahan akses dan biaya yang terjangkau akan mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....