Dinkes Selidiki Dugaan Keracunan Makanan Massal di Satar Mese

  • 12 Feb 2026 20:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai masih menangani dan menelusuri dugaan kasus keracunan makanan massal yang menyebabkan puluhan warga di Kecamatan Satar Mese mengalami gangguan kesehatan. Hingga Kamis, 12 Februari 2026, tercatat sebanyak 42 kasus telah teridentifikasi dan masih dalam proses investigasi epidemiologi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, menjelaskan bahwa berdasarkan data sementara, 39 kasus ditangani oleh Puskesmas Ponggeok dan tiga kasus lainnya oleh Puskesmas Iteng. Dari total tersebut, 16 pasien menjalani perawatan rawat inap, sementara sisanya mendapatkan penanganan rawat jalan. “Kasus yang kami temukan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ibu hamil, balita, anak sekolah, guru, hingga orang tua,” ujar Jefrin.

Seluruh pasien dilaporkan memiliki riwayat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah dan posyandu dengan menu yang sama dalam dua hari berturut-turut. Pada 10 Februari 2026, menu yang disajikan terdiri dari nasi, telur, tempe, kacang panjang, dan salak.

Sementara pada 11 Februari 2026, menu yang dibagikan berupa nasi, ayam, labu, dan jagung. Adapun gejala yang paling banyak dikeluhkan pasien antara lain diare, nyeri perut, demam, dan sakit kepala. Meski demikian, hingga saat ini penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat disimpulkan.

Menurut Jefrin, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai bersama tim terkait masih melakukan investigasi epidemiologi secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan sampel makanan serta spesimen pasien, guna memastikan sumber penyebab kejadian. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Semua kemungkinan masih ditelusuri secara hati-hati,” katanya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah pasien, Dinas Kesehatan telah menyiagakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak agar dapat memberikan penanganan yang cepat dan optimal kepada masyarakat.

Selain itu, puskesmas setempat juga diinstruksikan melakukan penelusuran kasus secara aktif di daerah fokus guna menemukan warga yang mengalami gejala serupa namun belum mendapatkan pelayanan kesehatan.

Jefrin juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap menunggu informasi resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai. Ia juga meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala diare, nyeri perut, demam, atau keluhan lain setelah mengonsumsi makanan.

“Keamanan pangan dan kebersihan makanan tetap harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai memastikan perkembangan situasi dan hasil investigasi akan terus disampaikan kepada masyarakat secara berkala sesuai dengan temuan di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....