Ventilasi Buruk dan Asap Rokok Picu Pneumonia

  • 09 Feb 2026 23:10 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kesehatan paru-paru tidak hanya dipengaruhi daya tahan tubuh, tetapi juga sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan tempat tinggal. Ventilasi rumah yang buruk serta paparan asap rokok disebut menjadi faktor utama meningkatnya risiko pneumonia di Manggarai Barat.

Hal tersebut disampaikan dokter umum Puskesmas Rekas, dr. Ari Febrian, dalam dialog kesehatan bersama RRI Labuan Bajo, Senin, 9 Februari 2026. Ia menegaskan lingkungan hunian yang tidak sehat dapat menjadi pintu masuk penularan infeksi paru-paru, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Menurut dr. Ari, rumah dengan sirkulasi udara minim dan tingkat kelembapan tinggi menjadi tempat ideal bagi mikroorganisme penyebab pneumonia, seperti bakteri, virus, dan jamur, untuk berkembang.

“Ventilasi udara dan paparan sinar matahari sangat penting. Jika ada anggota keluarga yang sedang batuk atau pilek, sementara rumah tertutup dan lembap, risiko penularan ke anggota keluarga lain akan meningkat secara signifikan,” katanya.

Selain ventilasi, paparan asap rokok di dalam rumah juga menjadi faktor risiko yang kerap diabaikan. dr. Ari menyebut asap rokok dapat merusak lapisan pelindung saluran pernapasan sehingga memudahkan kuman penyebab pneumonia menginfeksi paru-paru.

“Banyak kasus pneumonia pada balita yang kami temukan berkaitan dengan kebiasaan orang tua merokok di dalam rumah. Perokok pasif justru menerima dampak yang lebih berbahaya,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan rumah tangga. Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain membuka jendela setiap pagi agar udara dan sinar matahari masuk, menghentikan kebiasaan merokok di dalam rumah, serta rutin mencuci tangan setelah beraktivitas.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai suhu udara dingin yang dapat memicu penyempitan saluran pernapasan, terutama pada penderita alergi dan penyakit pernapasan.

“Pneumonia bukan sekadar batuk biasa. Deteksi dini dan lingkungan rumah yang sehat sangat penting agar penyakit ini tidak berkembang menjadi kondisi serius yang mengancam nyawa,” kata dr. Ari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....