DBD Serang 59 Anak di Kabupeten Sikka

  • 03 Feb 2026 14:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka — Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih mengintai warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sepanjang Januari 2026, tercatat 59 anak terserang DBD dan satu anak meninggal dunia.

Seluruh pasien anak tersebut menjalani perawatan di Ruang Melati RSUD TC Hillers Maumere. Rata-rata lama perawatan berkisar empat hingga lima hari hingga kondisi pasien membaik dan diperbolehkan pulang.

Hingga Senin (2/2/2026), sebanyak 11 pasien DBD masih menjalani perawatan di ruang yang sama. Sebagian pasien menunjukkan perkembangan positif, sementara lainnya masih membutuhkan pemantauan ketat dari tim medis.

Meningkatnya kasus DBD mendorong perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sikka. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, meminta masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama.

Pemerintah daerah juga menggencarkan Gerakan Bersih-Bersih setiap Jumat yang melibatkan aparatur sipil negara di berbagai instansi sebagai contoh bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, mengimbau warga untuk konsisten melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin di rumah, sekolah, dan fasilitas publik.

Ia menekankan penerapan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air. Langkah tambahan seperti penggunaan lotion antinyamuk, kelambu, serta tidak menggantung pakaian juga dinilai efektif mencegah gigitan nyamuk.

Dinas Kesehatan mengingatkan warga yang mengalami demam tinggi secara mendadak agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Deteksi dini dinilai penting untuk mencegah kondisi pasien memburuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....