Edukasi HIV Tekan Stigma dan Diskriminasi ODHA
- 03 Feb 2026 08:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Rendahnya pemahaman masyarakat terkait HIV masih menjadi tantangan serius dalam upaya pencegahan dan pengendalian penularan virus tersebut. Berbagai mitos yang berkembang di tengah masyarakat kerap memicu stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Dokter Umum RSUD Komodo Labuan Bajo, dr. Hanif Abadi, menegaskan HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti bersalaman, berbagi alat makan, maupun menggunakan toilet bersama. Penularan HIV, kata dia, hanya terjadi melalui pertukaran cairan tubuh tertentu, seperti darah, cairan seksual, dan air susu ibu (ASI).
“Masyarakat tidak perlu takut berinteraksi dengan ODHA. HIV tidak menular melalui sentuhan kulit atau keringat. Stigma yang muncul selama ini lebih banyak dipicu oleh ketakutan akibat informasi yang keliru,” ujar dr. Hanif dalam Program Zona Edukasi RRI, Senin, 2 Februari 2026.
Selain meluruskan mitos penularan, dr. Hanif menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui penerapan perilaku hidup sehat. Salah satu metode yang dianjurkan adalah konsep ABCDE, yakni Abstinence (tidak melakukan hubungan seksual berisiko), Be Faithful (setia pada satu pasangan), Condom (penggunaan kondom), Drug No (tidak menggunakan narkoba), dan Education (edukasi berkelanjutan).
Ia juga mendorong masyarakat untuk melakukan deteksi dini melalui tes HIV. Pemeriksaan sejak awal dinilai penting untuk memungkinkan penanganan lebih cepat serta mencegah penularan lebih lanjut di lingkungan sekitar.
Dari sisi pengobatan, dr. Hanif menjelaskan terapi Antiretroviral (ARV) saat ini telah tersedia dan dapat membantu ODHA menjalani hidup yang sehat dan produktif. Dengan kepatuhan mengonsumsi ARV secara rutin, ODHA tetap dapat bekerja, beraktivitas, dan berperan aktif di masyarakat.
“HIV bukan akhir dari segalanya. Dengan pengobatan teratur dan dukungan lingkungan, ODHA dapat menjalani kehidupan yang normal dan berkualitas,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat menghentikan diskriminasi terhadap ODHA. Dukungan psikologis dari keluarga dan lingkungan sosial dinilai sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup serta keberhasilan pengobatan penderita HIV.
Peningkatan literasi kesehatan dan sikap saling merangkul diharapkan mampu mendukung upaya pemerintah menekan penularan HIV, menurunkan angka kematian akibat AIDS, serta menghapus stigma di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....