Mobilisasi Dini dan Komunikasi Kunci Utama Pemulihan Pascabedah
- 26 Jan 2026 09:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Dokter Spesialis Bedah, dr. Lambertus Josef Frainademetz Buga, menekankan bahwa mobilisasi fisik sedini mungkin sangat penting bagi pasien pascaoperasi. Hal tersebut disampaikan dalam dialog Indonesia Sehat di Pro1 RRI Ende pada Jumat, 23 Januari 2026.
Mobilisasi dini bertujuan mengembalikan fungsi otot usus yang sempat tidak aktif selama proses pembiusan total maupun lokal. Meski demikian, aktivitas bergerak seperti miring kanan atau kiri harus dilakukan secara bertahap dalam pengawasan ketat petugas medis.
Proses penyembuhan luka sebetulnya melalui empat tahapan biologis, mulai dari hemostasis hingga maturasi yang bisa memakan waktu tahunan. Pasien dilarang melakukan aktivitas fisik berat secara prematur meskipun luka luar terlihat sudah menutup sempurna karena jaringan dalam masih berproses.
Gaya hidup seperti konsumsi alkohol dan penyakit bawaan diabetes sangat memengaruhi durasi penyatuan kembali jaringan kulit pasien. Alkohol diketahui memicu stres berlebih dan pikiran tidak tenang yang secara klinis memperlambat fase inflamasi serta proliferasi sel baru.
Selain faktor internal, dr. Josef Buga menyoroti kesalahan fatal perawatan luka di rumah yang sering dilakukan oleh keluarga pasien. Merawat luka dengan tangan tidak higienis atau terlalu sering mengganti perban tanpa instruksi dokter justru memicu infeksi sekunder.
Penggunaan ramuan tradisional yang belum teruji kebersihannya juga menjadi penyebab utama luka operasi sulit sembuh secara optimal. Pasien diimbau tidak sembarangan membubuhkan bahan herbal mentah pada luka karena risiko kontaminasi kuman yang sangat tinggi.
Kepatuhan terhadap konsumsi obat, terutama antibiotik, harus dijaga sebagai jembatan keberhasilan antara tindakan pembedahan dan pemulihan total. Dokter menegaskan bahwa penggunaan obat-obatan medis sesuai dosis tidak akan menimbulkan ketergantungan bagi pasien pascaoperasi.
Komunikasi yang berkelanjutan melalui media digital seperti WhatsApp kini menjadi solusi efektif untuk memantau perkembangan kondisi luka pasien. Penanganan pascabedah bukan akhir dari tanggung jawab medis, melainkan upaya bersama antara dokter dan pasien untuk mencapai kesembuhan permanen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....