Bahaya Gigitan Ular Jika Tidak Ditangani dengan Tepat
- 28 Sep 2025 11:23 WIB
- Ende
KBRN,Manggarai Barat: Tidak ada gigitan ular yang boleh dianggap sepele, termasuk ular yang tidak berbisa. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, gigitan ular dapat menimbulkan komplikasi serius, cacat permanen, bahkan kematian.
Dalam dialog Zona Edukasi RRI Labuan Bajo, dr. Enda Agustina Tarigan menjelaskan bahwa efek gigitan ular berbisa sangat bergantung pada jenis ular, jumlah bisa yang masuk, serta kecepatan penanganan.
Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah kerusakan jaringan lokal. “Bisa ular dapat menyebabkan pembengkakan parah, nyeri hebat, hingga kematian jaringan yang berujung pada infeksi, gangren, bahkan amputasi,” terang dr. Enda.
Selain itu, racun ular jenis neurotoksin, seperti pada kobra atau weling, dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan. Tanpa bantuan medis segera, kondisi ini bisa berakhir fatal.
Gigitan ular juga dapat mengganggu sistem pembekuan darah akibat racun hemotoksin. Korban bisa mengalami perdarahan di gusi, hidung, bahkan organ vital. “Perdarahan internal yang tidak terkendali berisiko tinggi menyebabkan kematian,” tambahnya.
Komplikasi lain yang tak kalah berbahaya adalah gagal ginjal akibat racun yang merusak organ, serta syok anafilaksis pada korban dengan reaksi alergi berat terhadap bisa. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu kematian mendadak.
Meski selamat, korban gigitan ular sering menghadapi komplikasi jangka panjang, seperti kerusakan saraf, otot permanen, gagal ginjal kronis, hingga gangguan psikologis.
Karena itu, dr. Enda menegaskan pentingnya pertolongan pertama yang benar dan segera mencari bantuan medis. “Keterlambatan penanganan medis, seperti kasus yang pernah terjadi di Baduy, bisa menjadi penyebab utama amputasi bahkan kematian. Antivenom adalah satu-satunya obat yang terbukti efektif untuk menetralkan racun,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....