Hemodialisis atau Cuci Darah : Harapan Pasien Gagal Ginjal
- 24 Mar 2025 21:33 WIB
- Ende
KBRN,Manggarai Barat: Hemodialisis atau cuci darah menjadi prosedur medis penting bagi pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Topik ini dibahas dalam program Zona Edukasi di RRI Labuan Bajo, Senin (24/3/2025), dengan narasumber dr. Engelbertus Usman, dokter umum di RS Siloam Labuan Bajo. Dalam diskusi tersebut, dr. Engelbertus menjelaskan secara rinci tentang proses hemodialisis dan manfaatnya bagi pasien yang mengalami gagal ginjal.
“Hemodialisis adalah proses penyaringan darah menggunakan mesin untuk menggantikan fungsi ginjal yang tidak lagi bekerja optimal. Proses ini membantu mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme, kelebihan cairan, dan racun dari dalam tubuh,” ujar dr. Engelbertus. Ia menambahkan bahwa tanpa cuci darah, pasien gagal ginjal dapat mengalami berbagai komplikasi serius, termasuk penumpukan racun yang berakibat fatal.
Saat ini, sebanyak 50 pasien aktif menjalani hemodialisis di RS Siloam Labuan Bajo. Mereka berasal dari berbagai rentang usia dan harus menjalani prosedur ini secara rutin. "Sebagian besar pasien menjalani cuci darah dua hingga tiga kali seminggu. Ini bukan sekadar terapi, tetapi kebutuhan untuk mempertahankan hidup," jelasnya.
Acara ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Banyak pendengar yang berpartisipasi melalui WhatsApp dan live chat di YouTube RRI Labuan Bajo. Beberapa di antaranya menanyakan bagaimana cara mencegah penyakit ginjal agar tidak sampai memerlukan cuci darah. Menjawab pertanyaan itu, dr. Engelbertus menekankan pentingnya pola hidup sehat.
"Menjaga pola makan, menghindari konsumsi garam berlebihan, rutin berolahraga, serta minum air yang cukup adalah langkah sederhana namun efektif dalam menjaga kesehatan ginjal. Hindari juga konsumsi obat-obatan tanpa resep dokter karena dapat merusak fungsi ginjal," tambahnya.
Selain edukasi medis, program ini juga mengangkat sisi psikologis pasien hemodialisis. Proses cuci darah yang harus dilakukan seumur hidup kerap menjadi beban emosional bagi pasien dan keluarganya. Oleh karena itu, dukungan moral dan mental sangat dibutuhkan agar pasien tetap semangat menjalani pengobatan.
Dengan tingginya jumlah pasien cuci darah di Labuan Bajo, dr. Engelbertus berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini. Ia juga mengajak pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan fasilitas kesehatan guna memberikan layanan terbaik bagi pasien yang membutuhkan.
Melalui program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo, diharapkan informasi mengenai hemodialisis dapat membantu masyarakat memahami pentingnya pencegahan penyakit ginjal serta memberikan dukungan bagi pasien yang tengah berjuang melawan kondisi ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....