Mengenal Konjungtivitis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
- 15 Mar 2025 01:50 WIB
- Ende
KBRN,Manggarai Barat: Konjungtivitis atau mata merah kerap dianggap sepele, padahal jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius. Dalam program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo, dr. Elsye Ly, dokter umum RS Siloam Labuan Bajo, mengulas penyebab, gejala, serta cara penanganan yang tepat terhadap penyakit ini.
Konjungtivitis adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi bola mata dan kelopak mata bagian dalam. “Penyebabnya bisa karena infeksi virus, bakteri, alergi, atau iritasi akibat paparan zat tertentu. Gejalanya meliputi mata merah, gatal, berair, dan dalam beberapa kasus disertai keluarnya cairan lengket,” jelas dr. Elsye.
Ia menambahkan, konjungtivitis akibat virus sering kali menular melalui kontak langsung, seperti menyentuh mata dengan tangan yang terkontaminasi. Sementara itu, konjungtivitis bakteri cenderung menghasilkan cairan berwarna kekuningan dan dapat menular dengan cara yang sama. “Untuk konjungtivitis alergi, biasanya dipicu oleh serbuk sari, debu, atau bulu hewan, dan tidak menular,” tambahnya.
Penanganan penyakit ini tergantung pada penyebabnya. Konjungtivitis virus umumnya sembuh dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu, sedangkan infeksi bakteri memerlukan antibiotik dalam bentuk tetes atau salep mata. “Hindari penggunaan obat tetes mata sembarangan tanpa resep dokter karena bisa memperburuk kondisi,” tegas dr. Elsye.
Selain pengobatan, pencegahan juga penting untuk menghindari penyebaran infeksi. Ia menyarankan untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh wajah, menghindari berbagi handuk atau alat kosmetik mata, serta menjaga kebersihan lensa kontak bagi pengguna.
Dalam sesi diskusi, beberapa pendengar bertanya apakah konjungtivitis bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen. Dr. Elsye menjelaskan bahwa kondisi ini jarang menimbulkan komplikasi serius jika ditangani dengan benar. “Namun, jika gejala semakin parah atau disertai nyeri hebat, segera periksakan ke dokter,” katanya.
Ia berharap melalui edukasi ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengenali dan menangani konjungtivitis dengan benar. “Mata adalah indera vital yang harus dijaga kesehatannya. Jangan abaikan gejala ringan yang bisa berujung pada masalah yang lebih besar,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....