Tanggap dan Sigap, Kunci Pertolongan Cedera Saat Olahraga
- 15 Mar 2025 01:32 WIB
- Ende
KBRN,Manggarai Barat: Cedera saat berolahraga bisa terjadi kapan saja, baik bagi atlet profesional maupun masyarakat umum. Dalam program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo, dr. Daniel Setyawan dari RSUD Komodo menjelaskan pentingnya respons cepat dalam menangani cedera untuk mencegah dampak yang lebih serius.
Menurut dr. Daniel, cedera olahraga umumnya meliputi keseleo, kram, cedera otot, hingga patah tulang. “Penanganan awal yang tepat sangat menentukan proses pemulihan. Jika salah langkah, justru bisa memperparah kondisi,” ujarnya.
Salah satu metode yang dianjurkan adalah teknik RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). “Istirahatkan bagian yang cedera, beri kompres es untuk mengurangi bengkak, gunakan perban elastis untuk kompresi, dan posisikan lebih tinggi agar sirkulasi darah lebih baik,” jelasnya.
Namun, tidak semua cedera bisa ditangani sendiri. Jika mengalami nyeri hebat, pembengkakan ekstrem, atau ketidakmampuan menggerakkan bagian tubuh yang cedera, segera cari bantuan medis. “Banyak orang mengabaikan gejala awal, padahal penanganan yang terlambat bisa menyebabkan komplikasi,” tambahnya.
Selain pertolongan pertama, dr. Daniel juga menekankan pentingnya pencegahan. Pemanasan sebelum olahraga, penggunaan perlengkapan yang sesuai, serta mendengarkan sinyal tubuh adalah langkah penting untuk mengurangi risiko cedera.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa peserta menyoroti kesalahan umum yang sering dilakukan, seperti langsung memijat area cedera atau tetap memaksakan aktivitas. “Jangan asal dipijat atau diurut, terutama jika ada dugaan patah tulang. Bisa memperburuk kondisi,” tegasnya.
Ia berharap edukasi semacam ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menangani cedera olahraga. “Olahraga itu baik untuk kesehatan, tapi harus dilakukan dengan cara yang aman. Tanggap dan sigap dalam pertolongan pertama bisa menyelamatkan kondisi bahkan mencegah dampak jangka panjang,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....