Benarkah Akar Bahar Bukanlah Tumbuhan Melainkan Hewan?

  • 09 Jul 2024 21:30 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Sebagian besar masyarakat Indonesia tahu akar bahar yang sering sekali dijadikan aksesoris gelang. Tapi sebagian besar lagi ternyata tak mengetahui apa itu akar bahar sebenarnya. Akar bahar, sering kali disebut sebagai "tumbuhan laut," sebenarnya adalah jenis karang laut yang hidup di perairan tropis. Akar bahar bukanlah tumbuhan, melainkan hewan laut dari kelas Anthozoa dalam filum Cnidaria. Mereka dikenal dengan nama ilmiah Antipatharia dan sering ditemukan di laut yang dalam. Bentuknya yang menyerupai akar atau cabang pohon membuatnya dinamakan akar bahar.

Meskipun akar bahar bukan tumbuhan, mereka disebut demikian karena bentuk fisiknya yang mirip dengan akar atau cabang pohon. Akar bahar memiliki struktur tubuh yang bercabang-cabang seperti akar pohon, yang sering kali menimbulkan kesalahpahaman bahwa mereka adalah tumbuhan laut. Namun, akar bahar adalah hewan yang menempel di dasar laut dan tidak bergerak, mirip dengan cara tumbuhan yang berakar di tanah. Nama lain dari akar bahar yang jarang diketahui oleh orang-orang adalah 'Black Coral'

Akar bahar berkembang biak melalui dua cara utama: seksual dan aseksual. Reproduksi seksual terjadi melalui pelepasan gamet ke dalam air, yang kemudian bertemu dan berkembang menjadi larva. Larva ini kemudian menempel pada substrat yang keras di dasar laut dan tumbuh menjadi akar bahar dewasa. Reproduksi aseksual terjadi melalui proses pembentukan tunas atau fragmentasi, di mana bagian dari akar bahar yang terpisah dapat tumbuh menjadi individu baru.

Struktur akar bahar terdiri dari rangka yang keras dan fleksibel yang terbuat dari zat yang disebut sklerit. Sklerit ini memberikan kekuatan dan kelenturan, memungkinkan akar bahar untuk bertahan di lingkungan laut yang keras. Selain itu, permukaan tubuh mereka dilapisi oleh jaringan hidup yang mengandung polip kecil dengan tentakel, yang digunakan untuk menangkap makanan.

Akar bahar termasuk dalam spesies yang dilindungi karena populasinya yang terancam akibat eksploitasi berlebihan dan perubahan lingkungan laut. Peraturan internasional seperti CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) mengatur perdagangan akar bahar untuk mencegah kepunahan. Di Indonesia, pengumpulan dan perdagangan akar bahar juga diawasi ketat untuk menjaga keberlanjutannya. Upaya pelestarian akar bahar meliputi perlindungan habitat alami mereka, penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal, dan penelitian untuk memahami ekologi dan kebutuhan hidup mereka. Program rehabilitasi dan restorasi terumbu karang juga penting untuk menyediakan habitat yang cocok bagi akar bahar. Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem laut dan mengurangi polusi juga sangat berperan dalam pelestarian akar bahar.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....