Inland Taipan: Raja Ular Paling Berbisa di Dunia
- 14 Mei 2024 14:22 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Ular inland taipan (Oxyuranus microlepidotus), juga dikenal sebagai ular taipan pedalaman atau fierce snake dan merupakan salah satu makhluk paling mematikan di dunia. Ular ini hidup di pedalaman Australia, terutama di daerah Queensland dan Australia Selatan. Meskipun terkenal dengan bisanya yang sangat kuat, ular inland taipan sebenarnya adalah ular yang pemalu dan jarang ditemui manusia. Mereka lebih memilih bersembunyi di sarangnya dan menghindari konfrontasi.
Seberapa beracun ular inland taipan:
Bisanya memang luar biasa mematikan. Racun dari ular inland taipan disebut-sebut 50 kali lebih kuat daripada racun dari ular king cobra (Ophiophagus hannah). Menurut Dr. Bryan Fry, seorang ahli toksikologi dari University of Queensland, racun inland taipan adalah yang paling toksik (paling beracun) dari semua ular yang ada di dunia. Dalam satu gigitan, ular ini bisa mengeluarkan sekitar 44-110 mg racun, yang cukup untuk membunuh lebih dari 100 manusia dewasa atau 250.000 tikus.
Ular inland taipan memiliki dua jenis racun utama yaitu neurotoxin dan hemotoxin. Neurotoxin bekerja dengan menyerang sistem saraf, menghambat sinyal saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Sementara itu, hemotoxin merusak sel darah dan jaringan tubuh lainnya, menyebabkan pembekuan darah yang cepat dan kerusakan jaringan. Kombinasi dari kedua jenis racun ini membuat gigitan inland taipan sangat mematikan dan cepat bekerja. Dengan panjang tubuh yang bisa mencapai 1,8 hingga 2,5 meter, inland taipan adalah ular yang relatif besar.
Perbandingan racun ular inland taipan dengan ular lainnya
Inland taipan memang sering disebut sebagai raja ular berbisa karena kekuatan bisanya yang luar biasa. Dibandingkan dengan ular berbisa lainnya, seperti king cobra, black mamba, atau rattlesnake, racun inland taipan adalah yang paling beracun berdasarkan LD50 (dosis mematikan yang dibutuhkan untuk membunuh 50% dari populasi tikus yang diuji).
Dr. David Williams, direktur Australian Venom Research Unit di University of Melbourne, menyatakan bahwa meskipun ada beberapa ular lain yang berbahaya, tidak ada yang memiliki racun sekuat inland taipan. Namun, meski memiliki bisa yang sangat mematikan, kasus gigitan inland taipan pada manusia sangat jarang terjadi.
Ular ini biasanya ditemukan di daerah yang jauh dari pemukiman manusia, dan kebiasaannya yang pemalu membuatnya jarang berkonfrontasi dengan manusia. Bahkan, banyak ahli herpetologi, seperti Dr. Mark O'Shea, yang menganggap ular ini sebagai ancaman minimal bagi manusia karena sifatnya yang menghindar.
Dengan segala keunikannya, ular inland taipan menjadi subjek yang sangat menarik untuk dipelajari. Mereka adalah contoh sempurna dari bagaimana adaptasi dan evolusi dapat menghasilkan makhluk yang sangat efisien dalam hal bertahan hidup di lingkungan yang keras dan penuh tantangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....