Platipus: Mamalia Unik Australia dan Bisa Bertelur dari
- 14 Mei 2024 14:06 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Platipus atau platypus (Ornithorhynchus anatinus) adalah salah satu makhluk paling unik di dunia hewan. Mamalia semi-akuatik ini hanya ditemukan di wilayah timur Australia, termasuk Tasmania. Ciri khasnya yang paling mencolok adalah kemampuannya bertelur, menjadikannya salah satu dari sedikit mamalia yang tidak melahirkan anak hidup.
Selain platipus, mamalia lain yang bertelur adalah echidna atau landak semut. Kedua hewan ini termasuk dalam kelompok monotremata, mamalia yang berkembang biak dengan bertelur. Berbeda dengan sebagian besar mamalia lain yang melahirkan anaknya langsung, monotremata memiliki ciri khas unik dalam cara mereka bereproduksi.
Platipus dikenal dengan tubuhnya yang khas yakni memiliki paruh mirip bebek, ekor seperti berang-berang, dan kaki berselaput. Mereka adalah bagian dari hewan monotremata yang berarti mamalia bertelur.
Asal-usul platipus yang unik membuatnya menjadi subjek studi yang menarik bagi banyak ilmuwan. Ahli zoologi, seperti Dr. Tom Grant dari University of New South Wales, telah lama mempelajari platipus dan menyatakan bahwa adaptasi fisik dan biologi platipus menjadikannya salah satu hewan paling aneh dan menarik di bumi. Platipus tidak hanya menarik dari segi reproduksi, tetapi juga karena mereka memiliki bisa yang dapat ditemukan pada taji di kaki belakang jantan, yang akan digunakan selama pertarungan dengan pejantan lain saat musim kawin.
Meski bisa platipus tidak mematikan bagi manusia, namun bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan bengkak. Bisa pada platipus adalah salah satu contoh unik adaptasi evolusi pada mamalia," . Dr. Bryan Fry, seorang ahli toksikologi dari University of Queensland.
Selain taji berbisa, paruh platipus juga memiliki fungsi khusus. Paruh ini dilengkapi dengan elektroreseptor yang memungkinkan platipus mendeteksi medan listrik yang dihasilkan oleh mangsa mereka di dalam air. Hal ini memungkinkan mereka untuk berburu mangsa seperti udang dan cacing dengan sangat efektif, bahkan dalam kegelapan total.
Menurut Dr. Frank Grützner dari University of Adelaide, kemampuan elektroreseptor ini menunjukkan hubungan evolusi platipus yang mendalam dengan burung dan reptil. Keunikan genetika platipus juga menarik perhatian para ilmuwan. Studi menunjukkan bahwa DNA platipus memiliki kemiripan dengan burung, reptil, dan mamalia, mencerminkan posisi evolusi mereka yang unik.
Penelitian yang dilakukan oleh tim di Australian National University menemukan bahwa genom platipus memiliki unsur genetik dari ketiga kelompok hewan ini, menunjukkan jalur evolusi yang sangat berbeda dari mamalia lain. Dalam hal menyusui, platipus juga memiliki cara yang tidak biasa. Mereka tidak memiliki puting susu; sebaliknya, susu diekskresikan melalui pori-pori kulit dan anak-anaknya menjilat susu langsung dari bulu ibu mereka.
Proses ini menunjukkan betapa uniknya adaptasi platipus dalam berbagai aspek kehidupannya. Dengan segala keunikan tersebut, platipus tidak dapat dipelihara sebagai hewan peliharaan. Mereka memerlukan habitat khusus dan kondisi lingkungan yang sulit ditiru di luar alam liar.
Upaya untuk memelihara platipus di penangkaran pun sangat menantang dan jarang berhasil. Dr. Phil Byrne dari University of Wollongong menyatakan bahwa menjaga kesejahteraan platipus dalam penangkaran memerlukan pemahaman mendalam tentang kebutuhan ekologi dan perilaku mereka yang kompleks.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....