Mengenal LUFS dan Sweet Position Radio Streaming
- 30 Sep 2026 12:20 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Dalam siaran radio melalui internet, suara yang terlalu pelan dapat membuat pendengar sulit mendengar, sedangkan suara yang terlalu keras dapat membuat suara terasa tidak nyaman atau bahkan terdengar pecah. Untuk menjaga tingkat suara tetap seimbang, salah satu ukuran yang digunakan adalah LUFS.
LUFS merupakan singkatan dari (Loudness Units relative to Full Scale). Sederhananya, LUFS digunakan untuk mengetahui seberapa keras suara terdengar secara keseluruhan. Jadi, bukan hanya melihat suara yang paling tinggi, tetapi juga memperhitungkan tingkat suara selama audio diputar.
LUFS berbeda dengan Peak Meter. Peak Meter digunakan untuk melihat puncak suara, sedangkan LUFS membantu melihat seberapa keras suara secara keseluruhan. Keduanya penting dalam proses pengaturan audio agar suara tidak terlalu pelan, terlalu keras, atau mengalami distorsi.
Pengukuran LUFS memiliki dasar internasional melalui ITU-R BS.1770. Standar ini menjelaskan cara mengukur tingkat kenyaringan audio dan True Peak, yaitu puncak suara yang dapat muncul dalam proses digital meskipun tidak selalu terlihat pada pengukuran peak biasa.
Dalam dunia penyiaran, EBU R 128 menjadi salah satu acuan yang banyak digunakan. EBU menetapkan -23 LUFS sebagai acuan programme loudness untuk produksi dan penyiaran. Namun, angka tersebut tidak berarti semua radio streaming harus selalu berada tepat di -23 LUFS.
Untuk distribusi radio, EBU memberikan panduan bahwa tingkat loudness dapat disesuaikan dengan jalur distribusinya. Pada kondisi tertentu, loudness distribusi radio dapat berada pada kisaran -20 hingga -16 LUFS. Untuk radio streaming, EBU juga memiliki panduan khusus mengenai distribusi melalui internet.
Apa Itu Sweet Position?
Dalam pengaturan audio, istilah sweet position dapat dipahami secara sederhana sebagai posisi suara yang paling seimbang. Suara cukup kuat untuk terdengar jelas, tetapi tidak terlalu keras sehingga menimbulkan distorsi.
Jadi, sweet position bukan berarti membuat suara sekeras mungkin. Sebaliknya, teknisi perlu mencari titik di mana suara tetap jelas, nyaman didengar, konsisten, dan masih memiliki ruang agar tidak mudah pecah.
Tidak ada satu angka LUFS yang dapat disebut sebagai sweet position untuk semua layanan streaming. Setiap platform dapat memiliki sistem pengaturan suara yang berbeda.
Sebagai contoh, Spotify menggunakan sistem normalisasi loudness dan menetapkan -14 dB LUFS sebagai tingkat normalisasi untuk pengaturan volume normal. Spotify juga memberikan panduan agar tingkat Integrated Loudness berada sekitar -14 dB LUFS dengan True Peak di bawah -1 dBTP.
Angka tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai standar untuk semua platform. -14 LUFS lebih tepat dipahami sebagai acuan yang digunakan Spotify, sedangkan dasar pengukuran loudness secara internasional tetap mengacu pada ITU-R BS.1770.
Penerapan pada Radio Streaming
Bagi radio yang melakukan siaran melalui internet, LUFS dapat digunakan untuk memantau suara penyiar, berita, iklan, musik, maupun program lainnya. Tujuannya agar perbedaan volume antarprogram tidak terlalu jauh ketika didengarkan oleh pendengar.
Teknisi dapat melihat Integrated LUFS untuk mengetahui tingkat suara secara keseluruhan. Sementara itu, Short-term dan Momentary Loudness dapat digunakan untuk melihat perubahan suara dalam waktu yang lebih singkat.
Selain LUFS, True Peak juga perlu diperhatikan. Pengaturan ini membantu teknisi mengetahui apakah terdapat puncak suara yang berpotensi menyebabkan clipping atau suara pecah ketika audio diproses dan dikirim melalui sistem streaming.
Dengan demikian, sweet position dalam radio streaming bukan sekadar mengejar angka LUFS tertentu. Yang lebih penting adalah mendapatkan suara yang cukup keras, tidak berlebihan, tetap jelas, konsisten, dan nyaman didengarkan.
Penerapan pengukuran berdasarkan ITU-R BS.1770 dan pedoman EBU R 128 dapat membantu radio menjaga kualitas audio sejak proses produksi hingga diterima pendengar melalui streaming internet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....