Realita Kuliah Sastra Inggris Bukan Sekadar Grammar Saja

  • 31 Agt 2026 16:03 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kuliah Sastra Inggris tidak hanya berfokus pada grammar atau karya sastra.
  • Mahasiswa juga mempelajari linguistik, budaya, analisis teks, dan pronunciation.
  • Kemampuan bahasa Inggris membuka peluang kerja di berbagai bidan
  • Kesalahan merupakan bagian penting dalam proses belajar bahasa.
  • Film tanpa subtitle Indonesia dan musik dapat menjadi media latihan bahasa Inggris.

RRI.CO.ID, Ende - Mahasiswi semester tujuh Sastra Inggris Universitas Flores Maria Florencia Rendo membagikan pengalaman kuliah sekaligus meluruskan stereotip tentang jurusannya dalam program English Corner di Pro Dua RRI Ende, Rabu 22 Juli 2026. Rensi, sapaan akrabnya, menjelaskan pengalaman perkuliahan tidak sekadar membaca novel, menonton film, atau menghafal tata bahasa Inggris semata.

Menurut Rensi, karya sastra menjadi pilar pembelajaran, namun mahasiswa juga mempelajari linguistik, budaya, analisis teks, serta pengucapan mendalam. “Kuliah Sastra Inggris bukan hanya tentang grammar, tetapi juga melatih cara berpikir kritis dan kemampuan menganalisis teks mendalam.” katanya.

“Kami juga tidak selalu berbicara bahasa Inggris sepanjang hari, karena bahasa Indonesia tetap digunakan dalam keseharian mahasiswa sehari-hari,” ucapanya. Renzi menambahkan, kemampuan bahasa Inggris tidak membuat mahasiswa mengetahui kosakata atau percaya diri ketika berbicara di depan umum.

Menurutnya, rasa gugup ketika menggunakan bahasa kedua merupakan hal wajar, sedangkan gelar Sastra Inggris membuka peluang kerja luas. Bidang tersebut mencakup pariwisata, pengajaran, penyuntingan, komunikasi, pekerjaan profesional pada berbagai perusahaan dan institusi swasta di Indonesia lainnya.

Untuk meningkatkan kemampuan, Rensi menyarankan mahasiswa membiasakan diri menonton film atau video berbahasa Inggris tanpa subtitle bahasa Indonesia. Kebiasaan tersebut membantu melatih pemahaman pendengaran sekaligus membangun kepekaan terhadap kosakata, pelafalan, dan penggunaan frasa sehari-hari secara alami.

Rensi juga mengingatkan pembelajar agar tidak takut melakukan kesalahan selama proses latihan bahasa Inggris secara konsisten setiap hari. Kesalahan merupakan bagian alami pembelajaran yang membantu membangun keberanian berbicara sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris.

Selain film, musik berbahasa Inggris dapat menjadi media belajar untuk menambah kosakata dan melatih pengucapan melalui frasa sederhana. Lagu Count on Me milik Bruno Mars dapat digunakan sebagai latihan mendengarkan sekaligus mengenali pengucapan kata untuk pemula.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....