Bukan Sekadar Keras, Ini Cara Teknisi Mengukur Suara
- 26 Agt 2026 17:54 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Suara radio yang terdengar keras belum tentu memiliki kualitas yang baik. Jika terlalu tinggi, suara dapat pecah dan mengganggu pendengaran. Sebaliknya, jika terlalu rendah, informasi yang disampaikan penyiar maupun materi siaran menjadi sulit didengar.
Karena itu, teknisi radio tidak hanya mengandalkan pendengaran untuk memastikan kualitas suara. Berbagai alat ukur digunakan untuk mengetahui seberapa kuat sinyal audio, seberapa tinggi puncaknya, hingga seberapa keras suara dirasakan secara keseluruhan oleh pendengar.
Beberapa alat ukur yang digunakan antara lain VU meter, Peak Meter, dBFS, LUFS dan True Peak. Masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam menjaga agar suara tetap berada pada tingkat yang sesuai.
VU meter digunakan untuk melihat rata-rata kekuatan suara. Pergerakan jarum pada alat ini membantu teknisi memantau level audio secara umum, sehingga suara tidak berada pada tingkat yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
Berbeda dengan VU meter, Peak Meter digunakan untuk memantau puncak suara. Dalam sistem audio digital, level tersebut umumnya dinyatakan dalam dBFS.
Pada sistem digital, 0 dBFS merupakan batas tertinggi. Jika sinyal mencapai atau melewati batas tersebut, dapat terjadi clipping yang menyebabkan suara terdengar pecah.
Namun, puncak suara bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Suara dengan peak tinggi belum tentu terdengar paling keras bagi pendengar. Di sinilah pengukuran LUFS digunakan untuk melihat tingkat kekerasan suara secara keseluruhan.
LUFS membantu teknisi menjaga perbedaan tingkat kekerasan antara berbagai materi siaran. Dengan begitu, perpindahan dari suara penyiar ke musik, iklan, berita atau jingle tidak terasa terlalu melonjak maupun tiba-tiba mengecil.
Selain itu, True Peak digunakan untuk mendeteksi puncak sinyal secara lebih akurat. Pengukuran ini penting untuk mengantisipasi puncak yang dapat muncul ketika audio mengalami proses pengolahan atau konversi digital.
Pengukuran tersebut memiliki sejumlah rujukan internasional, antara lain ITU-R BS.1770 dan EBU R 128 yang menjadi pedoman dalam pengukuran loudness dan pengelolaan level audio dalam penyiaran.
Bagi teknisi radio, penggunaan alat ukur tersebut menjadi bagian penting sebelum sebuah materi disiarkan. Suara penyiar, wawancara, berita, iklan, jingle hingga musik perlu dipastikan memiliki level yang sesuai agar tidak saling timpang ketika didengarkan.
Dengan demikian, suara radio yang berkualitas bukanlah suara yang sekadar dibuat sekeras mungkin. Yang lebih penting adalah bagaimana suara tetap jelas, seimbang, nyaman didengar dan tidak mengalami clipping.
Di balik suara radio yang terdengar nyaman di telinga pendengar, terdapat proses pengukuran dan pengaturan audio yang dilakukan teknisi untuk memastikan setiap suara memiliki level yang tepat sebelum mengudara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....