Jangan Salah Sebut, Kenali Istilah Penting dalam Gempa Bumi

  • 23 Agt 2026 13:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Masyarakat perlu memahami sejumlah istilah yang kerap digunakan dalam informasi gempa bumi, mulai dari hiposentrum, episentrum, magnitudo, hingga gempa susulan. Pemahaman terhadap istilah tersebut penting agar masyarakat tidak keliru dalam membaca informasi kebencanaan.

Hiposentrum merupakan titik atau pusat gempa yang berada di dalam bumi, tempat energi gempa dilepaskan. Sementara episentrum adalah titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum.

Istilah lain yang sering muncul adalah magnitudo (M). Magnitudo merupakan ukuran besarnya energi yang dilepaskan oleh suatu gempa bumi. Nilai magnitudo menggambarkan ukuran gempa pada sumbernya.

Berbeda dengan magnitudo, Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) digunakan untuk menggambarkan tingkat kekuatan guncangan dan dampak gempa yang dirasakan di suatu lokasi.

Karena itu, satu kejadian gempa dapat memiliki satu nilai magnitudo, tetapi tingkat intensitas atau MMI yang berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Perbedaan tersebut dipengaruhi antara lain oleh jarak dari sumber gempa dan kondisi tanah setempat.

Dalam informasi gempa, masyarakat juga kerap mendengar istilah sesar atau patahan. Sesar merupakan bidang atau zona retakan pada kerak bumi yang mengalami pergeseran. Pergerakan pada sesar dapat menjadi sumber terjadinya gempa bumi.

Sementara itu, megathrust merupakan zona pertemuan lempeng pada wilayah subduksi. Zona ini dapat menjadi sumber gempa bumi besar dan berpotensi menimbulkan tsunami apabila memenuhi kondisi tertentu.

Istilah berikutnya adalah gempa susulan atau aftershock, yakni gempa yang terjadi setelah gempa utama di sekitar wilayah sumber gempa. Gempa susulan merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa dan dapat terjadi selama periode tertentu setelah gempa utama.

Selain gempa bumi, masyarakat juga perlu mengenal istilah tsunami. Tsunami merupakan rangkaian gelombang laut yang dapat terjadi akibat perpindahan massa air secara tiba-tiba, salah satunya akibat gempa bumi di bawah laut.

Pemahaman terhadap istilah-istilah tersebut menjadi bagian penting dari edukasi kebencanaan. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui besaran magnitudo, tetapi juga memahami perbedaan antara magnitudo dan intensitas guncangan di wilayah masing-masing.

Di tengah aktivitas gempa dan gempa susulan, masyarakat diimbau tetap tenang, waspada, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....