Mitos Beras Keringkan HP Basah ternyata Berisiko Merusak Gawai
- 02 Agt 2026 12:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Kebiasaan merendam telepon pintar (smartphone) yang terkena air ke dalam beras hingga kini masih sering dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Metode tradisional ini diyakini mampu menyerap cairan di dalam perangkat secara cepat dan mengembalikan fungsi gawai seperti semula.
Secara ilmiah, beras memang memiliki sifat higroskopis atau kemampuan alami untuk menyerap kelembapan dari lingkungan sekitarnya. Karakteristik inilah yang memicu persepsi publik bahwa beras dapat menarik air yang terperangkap di dalam komponen elektronik gawai.
Namun, uji coba dan analisis teknis membuktikan bahwa kemampuan penyerapan beras sangat terbatas pada kelembapan udara. Beras tidak mampu menjangkau maupun menyerap sisa air cair yang sudah masuk ke area sensitif seperti papan induk (motherboard) dan sirkuit terpadu (Integrated Circuit/IC).
Ancaman terbesar pada gawai yang terkena air sebenarnya bukan sekadar kondisi basah, melainkan risiko arus pendek (short circuit). Kandungan mineral dalam air bertindak sebagai konduktor listrik yang berpotensi memicu korsleting hingga korosi mikroskopis pada komponen internal.
Penggunaan beras justru berisiko memperparah tingkat kerusakan pada komponen halus gawai. Debu halus dan partikel kecil dari beras dapat masuk ke dalam lubang pengisi daya (charging port) serta mikrofon sehingga menyumbat saluran jaringan fisik.
Produsen teknologi global seperti Apple secara resmi melarang penggunaan metode perendaman beras untuk mengeringkan perangkat. Langkah penanganan terbaik yang disarankan adalah mematikan gawai secara instan, menyeka bagian luar, dan mengeringkannya memanfaatkan sirkulasi udara alami atau gel silika (silica gel).
Edukasi mengenai penanganan perangkat basah secara benar penting diketahui masyarakat untuk mencegah kerusakan permanen pada gawai. Penanganan teknis yang tepat dan cepat menjadi kunci utama dalam menyelamatkan komponen elektronik dari ancaman korosi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....