OpenAI Luncurkan Program ChatGPT Gratis untuk Akademisi

  • 31 Jul 2026 13:59 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, ENDE– OpenAI meluncurkan program yang memberikan akses gratis ke model kecerdasan buatan (AI) paling canggih bagi 100.000 peneliti akademik hingga 2027. Program tersebut ditujukan untuk mendukung riset ilmiah di berbagai bidang, mulai dari biologi hingga matematika.

Dihimpun RRI dari Axios, program ini ditujukan bagi ilmuwan, matematikawan, insinyur, dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu agar dapat memanfaatkan teknologi AI dalam menghasilkan terobosan baru. OpenAI menyebut program tersebut terbuka bagi peneliti di bidang biologi, kimia, ilmu komputer, teknik, matematika, dan fisika.

"Strategi kami bukan memutuskan masalah ilmiah mana yang layak mendapat perhatian, tetapi memberikan alat yang mumpuni kepada komunitas penelitian dan membiarkan para peneliti mengejar pertanyaan yang paling mereka kuasai," demikian pernyataan OpenAI.

Peneliti yang terpilih akan memperoleh akses ke model AI terbaru OpenAI, termasuk GPT-5.6 Sol Pro, selama satu tahun. Setiap peserta juga dapat mengajak hingga empat rekan dari institusi akademiknya untuk menggunakan layanan yang sama.

OpenAI menyatakan fasilitas tersebut setara dengan langganan ChatGPT Pro senilai 200 dolar AS per bulan. Perusahaan juga menjamin perlindungan privasi dan keamanan tingkat bisnis, sehingga data pengguna tidak digunakan untuk melatih model AI.

Pada tahap awal, program akan diberikan kepada 10.000 peneliti dari sejumlah institusi, di antaranya Institute for Advanced Study di Amerika Serikat dan École Normale Supérieure di Prancis. Selanjutnya, cakupan program akan diperluas secara bertahap hingga mencapai 100.000 peneliti pada 2027.

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen OpenAI untuk menginvestasikan lebih dari 250 juta dolar AS atau sekitar Rp4,6 triliun hingga 2027 guna mendukung penelitian ilmiah eksternal. Menurut OpenAI, AI mulai menunjukkan potensi dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk pemecahan persoalan matematika dan identifikasi kandidat obat baru.

Meski demikian, program ini hanya memberikan akses terhadap model AI, bukan model weights maupun data pelatihan yang digunakan untuk membangun model tersebut. Sejumlah peneliti menilai akses terhadap model weights penting untuk evaluasi independen, pengujian keamanan, serta reproduksi hasil penelitian.

OpenAI bersama Anthropic berpendapat pembatasan tersebut diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan teknologi AI. Melalui program ini, OpenAI berupaya memperluas akses akademisi terhadap teknologi AI mutakhir tanpa membuka sistem inti model yang dikembangkannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....