Roblox Dinilai Berisiko, Orang Tua Diminta Tingkatkan Literasi Digital
- 24 Jul 2026 16:55 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Larangan bermain Roblox dinilai belum cukup melindungi anak dari risiko kejahatan digital. Orang tua perlu memahami ancaman dunia digital agar mampu mendampingi anak menggunakan internet dengan aman.
Direktur Akademik TimeDoor Academy, Setio Purwaningsih, mengatakan perlindungan anak tidak cukup mengandalkan regulasi pemerintah. Kesadaran orang tua menjadi faktor penting dalam mencegah berbagai risiko digital.
Menurutnya, masih banyak orang tua mengizinkan anak memakai akun milik mereka untuk mengakses layanan digital. Kondisi itu membuat pembatasan usia menjadi kurang efektif diterapkan.
"Kalau menurut saya, isunya bukan hanya larangannya saja. Orang tua dan anak harus paham kenapa mereka harus berhati-hati," ujarnya dalam podcast Helmy Yahya, Rabu, 22 Juli 2026.
Setio menjelaskan Roblox memiliki sejumlah risiko apabila digunakan tanpa pengawasan orang dewasa. Di antaranya ialah perundungan, penipuan, hingga praktik grooming yang menyasar anak-anak.
Ia mengatakan anak harus memahami cara mengenali percakapan yang berpotensi membahayakan. Mereka juga perlu mengetahui kapan harus menolak atau melaporkan interaksi mencurigakan.
"Kita ajarkan anak-anak memahami literasi digital. Kalau ada chat seperti ini, saya harus bagaimana," katanya.
Selain mengajarkan pemrograman, TimeDoor Academy juga memasukkan materi literasi digital dalam pembelajarannya. Anak diajarkan menggunakan media sosial secara aman, bertanggung jawab, dan kritis.
Setio menilai pendidikan literasi digital perlu dimulai sejak usia dini. Bekal tersebut dinilai sama pentingnya dengan kemampuan menggunakan teknologi dan kecerdasan buatan.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga terus diperkuat. Langkah itu diperlukan agar anak memperoleh perlindungan lebih baik di ruang digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....