Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia 29-30 Juni, Ini Waktu Terbaik Mengamatinya

  • 29 Jun 2026 14:35 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Masyarakat Indonesia, termasuk di Labuan Bajo, berkesempatan menyaksikan fenomena Strawberry Moon pada Senin malam, 29 Juni 2026 hingga Selasa malam, 30 Juni 2026, sesaat setelah Matahari terbenam. Fenomena bulan purnama ini dapat diamati dengan mata telanjang apabila kondisi cuaca cerah.

Meski dikenal dengan nama Strawberry Moon, Bulan tidak akan berubah menjadi merah muda. Nama tersebut berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara yang menjadikan bulan purnama di bulan Juni sebagai penanda dimulainya musim panen stroberi liar.

Puncak fase purnama secara astronomis terjadi pada Selasa pagi, 30 Juni 2026. Namun, penampakan terbaik justru dapat dinikmati pada malam hari ketika Bulan mulai terbit di ufuk timur setelah Matahari terbenam. Saat berada dekat cakrawala, Bulan biasanya tampak berwarna jingga hingga kemerahan akibat pembiasan cahaya oleh atmosfer Bumi.

Fenomena tahun ini juga bertepatan dengan kondisi micromoon, yakni ketika Bulan berada di dekat titik terjauhnya dari Bumi (apogee). Akibatnya, ukuran tampak Bulan sedikit lebih kecil dibanding rata-rata bulan purnama, meski perbedaannya sulit dikenali tanpa perbandingan langsung.

Bagi masyarakat Labuan Bajo, kawasan pantai maupun perbukitan yang menghadap ke arah timur menjadi lokasi ideal untuk menikmati fenomena tersebut. Langit yang relatif terbuka dan minim polusi cahaya akan membuat penampakan Bulan terlihat lebih jelas.

Selain menjadi fenomena astronomi yang menarik, Strawberry Moon juga menjadi momen yang dinantikan para pencinta fotografi malam. Pengamat disarankan memilih lokasi dengan horizon terbuka dan menghindari cahaya lampu yang berlebihan agar dapat menikmati sekaligus mengabadikan keindahan bulan purnama secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....