Tali Pengikat Pohon Jadi Alarm Dini Gerakan Tanah

  • 26 Jun 2026 14:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Masyarakat di kawasan rawan longsor dapat memanfaatkan metode sederhana untuk memantau pergerakan tanah tanpa harus menggunakan peralatan berteknologi tinggi. Teknik pengikatan tali pada pohon dinilai menjadi cara praktis untuk mendeteksi percepatan gerakan tanah sebelum berkembang menjadi bencana.

Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Nusa Tenggara, Arios Gele Radja, mengatakan mitigasi bencana tidak selalu membutuhkan alat mahal. Menurutnya, warga dapat melakukan pemantauan mandiri dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Arios menjelaskan metode tersebut dilakukan dengan mengikat tali pada pohon yang berada di blok batuan stabil dan menghubungkannya dengan pohon di area yang diduga mengalami pergerakan tanah. Perubahan kondisi tali dapat menjadi indikator awal terjadinya pergeseran lereng.

“Kalau talinya putus berarti pergerakannya cepat,” ujar Arios dalam program Kentongan RRI Ende, Selasa, 14 April 2026.

Metode sederhana ini dinilai efektif diterapkan di wilayah pedesaan yang belum memiliki akses terhadap sistem pemantauan digital. Selain mudah dilakukan, cara tersebut membantu masyarakat mengenali perubahan kondisi lereng secara langsung dan berkelanjutan.

Selain memantau tali pengikat, warga juga diminta mewaspadai perubahan pada sumber mata air di sekitar lereng. Mata air yang tiba-tiba keruh, debitnya menurun, atau bahkan hilang dapat menjadi indikasi terganggunya struktur lapisan tanah akibat pergerakan bawah permukaan.

Arios juga mengingatkan pentingnya menutup rekahan tanah yang muncul di lereng menggunakan tanah lempung atau semenisasi sederhana. Langkah tersebut bertujuan mencegah air hujan masuk ke dalam rekahan yang dapat mempercepat proses pergerakan tanah dan meningkatkan risiko longsor.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam memantau lingkungan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana. Upaya mitigasi berbasis komunitas dapat memperkuat kesiapsiagaan warga sekaligus menjadi sistem peringatan dini sebelum bantuan teknis dari pemerintah tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....