Foto Bergaya Ghibli Hasil AI Picu Pro-Kontra Publik

  • 04 Apr 2025 19:35 WIB
  •  Ende

KBRN,Ende : Foto bergaya Ghibli hasil AI dari ChatGPT ramai dibagikan di media sosial sejak awal April 2025.

Gaya khas Studio Ghibli muncul dalam unggahan Instagram dan X, hasil sulapan teknologi kecerdasan buatan OpenAI.

Tren ini memungkinkan pengguna mengubah foto biasa menjadi gambar bernuansa magis ala film karya Hayao Miyazaki.

Hanya dengan mengetik prompt tertentu, gambar bergaya animasi Jepang klasik pun langsung tercipta otomatis.

Namun, fenomena ini menuai pro-kontra karena dianggap meniru gaya visual unik milik Studio Ghibli tanpa izin.

Beberapa warganet menilai penggunaan AI seperti ini sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak cipta dan orisinalitas.

“Seni yang dibuat dengan cinta jadi tampak murahan akibat AI,” ucap pengguna X bernama Farizkey dalam unggahan publik.

Nada serupa diungkapkan John Koch yang menyebut karya Ghibli dibangun lewat proses panjang yang patut dihargai.

Meski begitu, ada pula yang melihat tren ini sebagai bentuk ekspresi kreatif yang sah selama tidak dikomersialkan.

“Kalau tidak dijual atau disalahgunakan, menurut saya tidak masalah,” kata pengguna X bernama Prandium.

Dalam hukum hak cipta Jepang, penggunaan karya berhak cipta untuk pelatihan AI dibolehkan demi pengembangan teknologi.

Namun, regulasi belum mengatur secara jelas apakah hasil pelatihan boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau komersial.

Pakar hukum menekankan bahwa jika hasil AI menyerupai karya asli, potensi pelanggaran hak cipta tetap bisa terjadi.

“Pelatihan sah, tapi jika hasilnya mirip karya terdahulu, itu bisa jadi ilegal,” ujar Profesor James Grimmelmann.

Pam Samuelson dari Universitas California juga menilai hasil AI tetap rentan memicu gugatan jika terlalu menyerupai karya.

Evan Brown menambahkan bahwa meski gaya visual tidak selalu dilindungi hukum, konflik hak cipta tetap mungkin muncul.

OpenAI menyatakan ChatGPT tidak meniru gaya dari seniman yang masih hidup demi menjaga etika dalam pengembangan AI.

Namun, gaya umum seperti “Ghibli-style” tetap tersedia sebagai opsi visual dalam fitur gambar yang disediakan ChatGPT.

Pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, pernah menyebut animasi buatan AI sebagai penghinaan terhadap nilai kehidupan.

“Saya tidak akan pernah menerapkan teknologi seperti ini dalam karya saya,” ujar Miyazaki kepada NHK pada 2016.

Meskipun regulasi masih abu-abu, tren foto Ghibli ini membuka diskusi luas soal perlindungan karya seni di era digital.

Publik dan pelaku industri kreatif kini dihadapkan pada tantangan besar menjaga etika dan orisinalitas di tengah kemajuan AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....