DeepSeek: AI Cina Tantang Dominasi OpenAI dan ChatGPT
- 12 Mar 2025 20:52 WIB
- Ende
KBRN,Ende: Teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Cina, DeepSeek, mencuri perhatian dunia setelah meluncurkan model terbaru mereka, DeepSeek-R1. Model AI ini diklaim memiliki performa sebanding dengan ChatGPT dari OpenAI dalam tugas matematika, pengodean, dan penalaran bahasa alami.
Dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2025, DeepSeek memperkenalkan model sumber terbuka mereka, yang menggunakan pembelajaran mendalam (deep learning) murni. Langkah ini dinilai sebagai terobosan besar bagi industri AI, terutama di tengah ketegangan geopolitik antara Cina dan Amerika Serikat.
Meski AS membatasi ekspor chip AI canggih ke Cina, DeepSeek tetap mampu mengembangkan teknologi dengan biaya 20 hingga 50 kali lebih murah dibandingkan model OpenAI, tergantung pada tugasnya. Hal ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Damian Rollison, Director of Market Insights SOCi. "Kita tahu AI berkembang pesat, tetapi lompatan ini dari Cina benar-benar di luar dugaan," ujarnya kepada USA Today.
Keberhasilan DeepSeek semakin terlihat saat aplikasi berbasis AI mereka, DeepSeek-V3, meraih posisi teratas di App Store Apple sejak peluncurannya pada 10 Januari 2025. Bahkan, aplikasi ini mengungguli platform populer seperti TikTok dan RedNote dalam kategori aplikasi gratis teratas.
Namun, pencapaian DeepSeek juga memicu kontroversi. Beberapa pihak menyoroti potensi dampak geopolitik dari keberadaan AI ini, terutama terkait isu keamanan data dan dominasi teknologi. "Perlombaan AI kini tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga strategi global," kata Rollison.
Keberhasilan DeepSeek turut mendapat perhatian dari pemerintah Cina. Pendiri perusahaan, Liang, menghadiri simposium tertutup yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Li Qiang. Hal ini mengindikasikan dukungan Beijing terhadap AI domestik untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat dan memperkuat kemandirian di sektor strategis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....