Penemuan Ötzi, Mumi yang Terawetkan Selama 5000 Tahun

  • 01 Okt 2024 11:28 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Pada tahun 1991, di pegunungan Alpen Ötztal yang berselimut salju, sebuah penemuan mengejutkan terjadi. Tim pendaki tanpa sengaja menemukan sebuah jasad yang terkubur di es glasier. Setelah diperiksa lebih lanjut, jasad itu ternyata adalah tubuh mumi yang terawetkan secara alami selama lebih dari 5000 tahun. Sosok ini kemudian dikenal sebagai Ötzi, mumi tertua yang ditemukan di Eropa.

Ötzi hidup pada masa prasejarah, sekitar 3400-3100 SM. Tubuhnya terpelihara dengan baik karena kondisi lingkungan yang ekstrem di glasier. Selain jasadnya, berbagai barang dari masa lalu ikut ditemukan di sekitarnya. Barang-barang tersebut meliputi pakaian dari kulit, sepatu, topi berbahan kulit beruang, serta senjata seperti kapak tembaga dan pisau batu.

Yang menarik, Ötzi juga membawa barang-barang yang menunjukkan kecerdasannya dalam bertahan hidup di lingkungan yang keras. Ditemukan sebuah ransel yang berisi wadah dari kulit pohon birch, salah satunya mengandung daun maple dan serpihan arang. Benda-benda ini mengisyaratkan bahwa ia mungkin sedang dalam perjalanan jauh sebelum menemui ajalnya.

Selain penemuan barang-barang, tubuh Ötzi sendiri mengungkap banyak rahasia. Sebuah pemeriksaan mendetail menunjukkan bahwa di perutnya terdapat sisa-sisa makanan berupa biji-bijian, tanaman, buah, dan daging. Mumi ini juga memiliki 61 tato yang tersebar di tubuhnya. Tato tersebut dibuat menggunakan teknik sederhana, yaitu dengan sayatan kecil yang diisi arang.

Namun, misteri terbesar terkait Ötzi adalah penyebab kematiannya. Pemeriksaan x-ray mengungkapkan adanya kepala panah batu yang menancap di bahu kirinya, menghancurkan skapula dan merusak saraf serta pembuluh darah. Luka ini menunjukkan bahwa Ötzi mungkin tewas akibat pendarahan hebat. Selain itu, kepalanya juga mengalami cedera yang diduga terjadi saat ia jatuh atau terkena pukulan.

Luka di tangan kanan Ötzi juga menunjukkan bahwa ia mungkin terlibat dalam perkelahian sebelum kematiannya. Meski tidak ada bukti pasti siapa yang membunuhnya atau mengapa, banyak spekulasi yang beredar bahwa Ötzi mungkin sedang dalam konflik atau berburu saat serangan fatal terjadi.

Kini, Ötzi dan barang-barangnya dipamerkan di Museum Arkeologi South Tyrol di Bolzano, Italia. Penemuan ini tidak hanya menjadi kunci untuk memahami kehidupan manusia prasejarah, tetapi juga menjadi simbol abadi dari kisah misteri yang masih belum terpecahkan sepenuhnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....