Makna Mayday: Hari Buruh dan Sinyal Darurat

  • 01 Mei 2026 11:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Istilah Mayday memiliki dua makna berbeda yang sama-sama penting, yakni sebagai peringatan Hari Buruh Internasional dan sebagai sinyal darurat dalam komunikasi radio. Keduanya lahir dari sejarah perjuangan dan kebutuhan keselamatan manusia.

Hari Buruh Internasional diperingati setiap 1 Mei sebagai simbol perjuangan pekerja mendapatkan hak kerja yang layak. Sejarahnya berawal dari tuntutan buruh di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 untuk menetapkan jam kerja delapan jam sehari.

Aksi besar-besaran terjadi pada 1 Mei 1886 dan memuncak dalam peristiwa Haymarket di Chicago pada 4 Mei 1886. Insiden tersebut menewaskan sejumlah orang dan menjadi tonggak penting dalam gerakan buruh dunia.

Pada tahun 1889, Kongres Sosialis Internasional di Paris menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional untuk mengenang perjuangan tersebut. Di Indonesia, peringatan Hari Buruh sudah ada sejak masa kolonial dan kembali ditetapkan sebagai hari libur nasional pada 2013.

Sementara itu, dalam dunia komunikasi, Mayday dikenal sebagai sinyal darurat tertinggi. Istilah ini berasal dari bahasa Prancis m’aider yang berarti “tolong saya”.

Sinyal ini diperkenalkan pada 1923 oleh Frederick Stanley Mockford, seorang petugas radio di Bandara Croydon, London. Kata Mayday dipilih karena mudah diucapkan dan dipahami secara internasional dalam kondisi darurat.

Pada 1927, Mayday resmi diakui sebagai sinyal darurat global dalam konvensi radiotelegraf internasional. Dalam penggunaannya, kata ini harus diucapkan tiga kali berturut-turut untuk memastikan pesan terdengar jelas.

Meski memiliki konteks berbeda, kedua makna Mayday sama-sama merepresentasikan panggilan penting, baik dalam perjuangan hak pekerja maupun dalam situasi penyelamatan nyawa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....