Jejak Sejarah May Day, Dari Kolonial Hingga Kini
- 01 Mei 2025 13:51 WIB
- Ende
KBRN,Ende: Hari Buruh Internasional 1 Mei memiliki sejarah panjang dalam perjuangan hak pekerja sejak masa kolonialisme.
Momentum ini diperingati untuk mengenang perjuangan buruh menuntut upah layak dan jam kerja manusiawi.
Peringatan pertama Hari Buruh di Indonesia tercatat berlangsung pada 1 Mei 1920 oleh kelompok buruh Hindia Belanda.
Namun, peringatan tersebut sempat dilarang pada 1926 dan tidak dirayakan selama masa pendudukan Jepang.
Setelah kemerdekaan, pemerintah melalui Kabinet Sjahrir kembali mengizinkan perayaan Hari Buruh pada 1 Mei 1946.
Sejak saat itu, semangat perjuangan buruh mulai mendapat tempat dalam pembangunan nasional Indonesia.
Pada era Orde Baru, Hari Buruh kembali dibatasi karena dicurigai sebagai gerakan politik yang membahayakan stabilitas.
Aksi-aksi buruh dipantau ketat, dan serikat pekerja kehilangan ruang untuk menyuarakan hak secara terbuka.
Barulah pada 2013, pemerintah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24.
Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan resmi terhadap peran strategis buruh dalam kemajuan ekonomi bangsa.
Secara global, Hari Buruh bermula dari Kerusuhan Haymarket di Chicago pada 1886 akibat ketidakadilan jam kerja.
Peristiwa itu memicu gelombang solidaritas buruh di berbagai negara hingga kini diperingati oleh lebih dari 60 negara.
Peringatan May Day menjadi refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperjuangkan keadilan bagi para buruh.
Sejarah ini menunjukkan bahwa perjuangan buruh bukan hanya soal upah, tetapi juga soal harkat dan martabat manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....